Perjalanan bukanlah bagian dari kehidupan, Perjalanan adalah kehidupan itu sendiri. Perjalanan dengan melepaskan ego diri bisa menuntun kita kembali menemukan jati diri kehidupan kita

Allah selalu menciptakan segala sesuatu itu dengan sempurna. Perjalanan yang dilalui setiap orang mau tak mau pasti akan membawa kembali ke titik nol. Yah, titik nol. Saya menyukai istilah itu. filosofinya “Dari titik nol kita berangkat, kepada titik nol kita akan kembali”.

Belajar menjadi manusia yang bisa iklas “legowo” terhadap semua takdir yang maha kuasa di awali dengan melepaskan, bukan mempertahankan. Melepaskan apa yang semestinya menjadi titipan Allah pada kita. Kebahagian, Kesedihan, ego diri, hanya seperti cetakan yang menempa kita menjadi pribadi yang terus berproses menjadi manusia yang lebih baik.

catatan-akhir-tahun-2010

Semoga saya bisa lebih banyak bersyukur menikmati “Kejatuhan dan Kesakitan hidup” yang saya alami selama ini .

Iklan