Tag

,

Ada dua hal yang biasa kita lakukan ketika menutup akhir tahun. Yang pertama adalah perkirakan yang akan terjadi di masa depan “future hope”, sedangkan yang kedua adalah keinginan agar suatu peristiwa terjadi di masa depan.

Hope  adalah salah satu hal yang abstrak karena belum diketahui apa yang akan terjadi di masa depan. Yang bisa dilakukan hanya memperkirakan, meramalkan, apa yang akan terjadi di masa depan. Dan semua perkiraan ataupun peramalan, variabel dari tingkat kepercayaan atau kepastiannya tidak akan ada yang mencapai 100 persen.

PemulungSatuKurniawan

Kalo semasa kuliah dulu dalam ilmu statistik ekonomi, saya mengenal istilah tentang Estimation, forecasting, probability.

Lihatlah  apa yang terjadi di masa yang akan datang dengan menganalisis apa yang telah terjadi di masa lalu dan apa yang sedang terjadi di masa sekarang.

Arahkanlah fokus pikiran kita pada apa yang akan terjadi di masa depan dengan melakukan sesuatu dari masa sekarang sampai pada peristiwa yang diinginkan terjadi.

Nah, yang ingin saya bahas lebih dalam adalah  tentang proses “mengkaji” mengambil hikmah/ belajar bijaksana terhadap semua kejadian yang terjadi saat ini untuk kembali berkaca ke arah masa depan

Time is…….

Orang yang dapat bertahan di masa yang akan datang adalah orang yang dapat memperkirakan apa yang terjadi di masa depan dengan akurat. Jadi belum tentu orang yang badannya kuat maupun orang yang kaya dapat bertahan di masa depan jika keduanya tidak dapat memperkirakan apa yang akan terjadi di masa depan.

Yang terpenting bukanlah apa masalah yang akan kita hadapi, tetapi bagaimana cara kita untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Masalah tidak akan menjadi masalah jika kita tahu cara mengatasinya…Ujian sekolah bukanlah sesuatu hal yang sulit dan menakutkan jika kita tahu bagaimana menyelesaikan soal-soalnya.

Life would be easier when…

Ketika tadi pagi saya berangkat bekerja, kebetulan saya melihat Seorang ibu yang berprofesi sebagai pemulung, di sela-sela istirahatnya dalam rumah kumuh yang bahkan tak layak disebut rumah, sedang menasehati anak semata wayangnya yang baru menginjak delapan tahun. “Hidup itu tidak mudah. Kita harus kerja keras supaya bisa makan sepiring nasi.” Sedangkan si anak sekedar diam, nampak tak menghiraukan melainkan sibuk dengan beberapa mainan plastik yang dikumpulkannya dalam satu kerdus di pojok ruangan. Barangkali si anak tidak paham maksud ungkapan ibunya tentang ‘hidup itu tidak mudah.’ Sejauh ini ia sekedar menjalani hari-harinya yang kadang penuh keluhan, kadang penuh tawa

Tak ada hidup tanpa masalah. Sosiolog,Ulrich Beck berkata bahwa manusia zaman ini sebagai masyarakat resiko (risk society). Menghadapi persoalan dibutuhkan : ATTITUDE (SIKAP) dan KARAKTER hidup kita. Ada 4 (empat) tipe manusia dalam menghadapi persoalan :

1. Tipe Kayu Rapuh. Ditekan sedikit saja sudah hancur. Tipe ini mudah patah arang dan putus asa.
2. Tipe Lempeng Besi. Mampu bertahan pada awalnya, tetapi bila terlalu lama besi melengkung.
3. Tipe Kapas. Lentur menghadapi tekanan, mudah menyesuaikan dengan keadaan.
4. Tipe Bola Pingpong. Semakin dilempar,semakin memantul tinggi. Persoalan menjadi langkah kemajuan.

Pertanyaan : MENGAPA ? Kadang tidak ada jawabnya saat masalah itu tiba bahkan tidak ada jawabnya di dunia ini . Bagi orang yang mengasihi Dia dan bagi orang yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. God is too wise to make a mistake,too good to do evil” Oleh sebab itu tetaplah percaya walaupun kita tidak mengerti dengan rencana-Nya yang terindah.

Diubah Untuk Memiliki Iman Tingkat Tinggi.
Manusia diubah melalui 2 (dua) cara : 1) Hidup penuh kebahagiaan. Adakah kita ingat Tuhan dan makin setia? 2) Hidup penuh masalah . Adakah kita koreksi diri dan bergantung kepada Tuhan ? Dengan iman tingkat tinggi ,kita akan mampu melihat masalah kita tidak lebih besar dari kuasa Tuhan.

Persoalan Dipakai Tuhan Untuk Membawa Kita Melihat Pelangi Setelah Hujan.
Dibalik semua persoalan yang Tuhan izinkan ,ada dua hal yang kita perlu ketahui : Pertama,Tuhan tidak tinggal diam. Kedua,  Tuhan sedang mengubah kita untuk memiliki karakter menjadi manusia yang lebih baik . Yang dibutuhkan kita ketika harus menjalani diubah /dibentuk Tuhan adalah : Miliki Cara Pandang Baru.

Tuhan Tahu Menimbang Beratnya Beban  Persoalan Kita Untuk Diubah Dan Ditukar Dengan Mahkota Kemuliaan-Nya Jika Kita Bisa Bersabar

Iklan