Dalam satu kesempatan, Ali ra berwasiat tentang kematian : “Setiap zaman memiliki makanan pokok, kita (manusia) adalah makanan pokok dari kematian, aku heran kenapa manusia lupa akan kematian padahal ia selalu melihat orang yang mati, anggaplah kematian itu ringan karena letak kesakitannya adalah ketika kita takut”.Hmmm…. Sebuah peringatan kepada umat, umat yang lupa terkadang bosan pun terkadang jengah. Semakin heran saja saya, kenapa sebagian besar dari kita, termasuk juga saya tak pernah bosan akan aktivitas dunianya, mungkin karena hakikat kehidupan “yang semu” itu telah menempel di mimpi panjangnya tentang ambigunya kebahagiaan yang kita rasakan selama ini.

Almost a 1/4 century i’ve been living in the earth. Too many moments that i achieved as a person all life long. When other people are already deciding their next sustained life, i’m still waiting for something. I realize many task and assignment today. Therefore few months later will become the final case nested flow on my crusial decision. Which one planning that i must convince becoming real. Few external and also internal requirement is already filled out, so today is just only self emphasizing, need i look up my destiny for elaborating in stay finding my academic target with extended deadline.

Let allah giving me clearly signed, then insyaallah i’ll take you out.

Many people today establishing their day by consuming variety of meals, bread, fresh milk and junk food. Most people then start preparing all needs to go to the office, hard work some children doing the common activity on school. The household mother will handle all job from cleaning to buying some vegetable for daily menu. But if we learned from early ulama (people who had lots knowledge is islam), they never jump to the common activity like i said above, they after shubuh praying, using the leisure time for dzikrullah, remember the god, allah. As a moslem, dzikrullah is the most important thing for elaborate our activity based on god’s approval. Due to all activity in the world will be judged in the next life, so indirectly it give a sign for moslem following the prophet instruction on the daily activity. Moslem activity is vary, not only mandatory(wajib) activity but also optional(sunnah).

We need to combine all that thing for absorbing the fabulous meaning of islam, while remembering the god we could interrupt ourselves for avoiding negative one and sort on. That’s why ibnu taimiyah before establishing his daily activitity always doing dzikr after shubuh, he sat in the mosque while waiting the sunrise, with dzikr..dzikr and dzikr.

Gradually, if we always interact to our god in every condition, we will feel all the thing from worst to happiness is being distributed by Allah, our god, with this assumption we will accept all the moment, and said hamdalah (thanks to allah) if getting the happiness and peaceful thing and on the contrary always be patient if getting the worst one. This is the fundamental concept for moslem, they cannot separate themselves from combining to allah and his prophet rule in addition kitabullah as a manual guidance for every moslem in world wide, no exception.

I hope everyone else can be daily breakfast menu is early morning with dzikrullah

Walillazi na kafaru birabbihim ‘azaa bi jahannam wa bi’ sal mashir…

Yah, saya terngiang di benak, sekumpulan kesalahan-kesalahan saya, apakah kan membuat saya terdampar ke neraka jahannam kelak, yang dikhususkan bagi “kafaru”?. Ketika semua di-rewind kisah hidup yang tak rusak sedikitpun medianya, saya hanya membayangkan ketika yaumul farh menyisakan barisan-barisan para kuffar yang dilempar dan tak disambut oleh malaikat malik, saya berada dimana?. Terhenyak dalam lamunan ketika ulangan2 akhir ayat dalam qalamullah terus saja memberi petuah, “wa bi’ sal mashir..wa bi’ sal mashir”, seburuk-buruk tempat kembali, kemana aku ketika itu??? Kemana malaikat ridwan ???Apa ia memanggilku ketika aku salah barisan?.

Saya iri ketika membayangkan ketika semua manusia yang mengabdi dengan totalitas di jalan Allah , dibangkitkan sendiri untuk menjalani fase di bumi akhirat, ketika amalnya menjadi pendampingnya, ketika loyalitas perjuangan dan keteguhan menyelimuti kegagahan imannya?, dimana saya?, apa saya mengenalnya ketika itu atau jangan-jangan saya sedang bermandikan keringat yang membasahi sampai-sampai harus lalai kehidupan akhirat?

Dimana saya, ketika sorban rasulku membantu para ummat yang berimbang dosa dan amalnya, ia dicenderungkan ke jannah?, lalu saya tertegun tak bisa mengira, kemana saya ketika itu??, jangan-jangan saya tak mengenal lagi rasulku, karena gelimang dosa kecil yang berjamur telah berubah menjadi besar dan tak terampuni…subahanallah…

Sudah selayaknya kita mengumpulkan lagi serpihan-serpihan akhlak yang terserak. Lalu menyusunnya lagi menjadi satu enkapsulasi akhlak yang menenangkan jiwa, mendamaikan hati dan menggebrak nurani yang berselimut jas dan baju “keangkuhan” untuk lalai dari ketidakbersyukuran. Sudah sepatutnya kita melakukan sebuah ekspansi perubahan akhlak sebagai fundamental concern, karena apalah artinya kemajuan ekonomi, perkembangan pemikiran, tapi akhlak mereduksi mereduksi meteri dan keduniawian yang kita kejar dan kita agung-agungkan kehebatannya.

Amanah merupakan suatu tanggung jawab yang sangat besar konsekuensinya karena pertanggungjawaban yang akan kita hadapi adalah pertanggungjawaban didunia dan akhirat. Dedikasi yang tinggi mutlak diperlukan bagi setiap kita yang memanggul sebuah amanah. Amanah terbesar yang ada dalam diri kita adalah sebagai khalifah di muka bumi ini, sebagai mahluk ciptaan-Nya yang memiliki sebuah kewajiban untuk tunduk dan taat kepada-Nya. Amanah inilah yang merupakan amanah terberat dalam kehidupan manusia. Diperlukan sebuah dedikasi tingkat tinggi terhadap dien ini (islam) dan sebuah semangat juang yang besar agar kita tidak akan pernah letih untuk selalu menjadi mahluk Allah yang taat dan patuh kepada-Nya.

Teruslah bergerak

Hingga KELELAHAN itu LELAH mengikutimu

Teruslah berlari

Hingga KEBOSANAN itu BOSAN mengejarmu

Teruslah berjalan

Hingga KELETIHAN itu LETIH bersamamu

Teruslah bertahan

Hingga KETEGARAN itu TEGAR menyertaimu

Tetaplah berusaha

Hingga KEIKHLASAN itu IKHLAS menemanimu

Ya Allah, Keluarkanlah aku dari gelapnya perasaan, muliakanlah aku dengan cahaya kecerdasan dan bukakanlah bagiku ilmu yang benar. Ya Allah, Sesungguhnya aku titipkan kepada-Mu apa yang telah Engkau ajarkan kepadaku supaya dapat Engkau kembalikan lagi kepadaku pada waktu aku memerlukannya dan janganlah Engkau jadikan aku lupa akan ilmu itu.

“Orang yang beriman selalu punya cara sendiri untuk menata hatinya, meski berlawanan dengan apa yang ia terima dalam kehidupan. Saat mendapat musibah, air matanya menetes, tapi hatinya terilhami untuk meyakini bahwa apa yang diberikan Allah padanya pasti yang terbaik baginya. Fisiknya mungkin lelah, pikirannya mungkin penat. tapi tidak dengan hatinya yang terus yakin apabila ia diuji oleh Allah itu adalah tanda bahwa Allah masih sayang padanya. Subhanallah”

My Lord! relieve my mind, And ease my task for me; And loose a knot from my tongue, That they may understand my saying. “Wahai Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah untukku urusanku dan lepaskanlah kekakuan lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku”

(QS Thaha : 25-28)

Yah…Kita memang tidak pernah tahu apa yang terjadi di ujung cerita kehidupan. Usaha tidak selalu membuahkan hasil yang diharapkanm tapi yakinlah bahwa di dunia ini tidak ada yang sia-sia. Kehadiran tiap insan pun tidak ada yang sia-sia. Bahwa memang ada peran yang memang hanya kita yang harus memainkan itu, dan berbahagialah karena dengan itu kita bisa membuat dunia semakin berarti. Manusia tidak pernah tahu apa yang baik, tapi dia akan selalu mendapat yang terbaik untuknya pada waktu, tempat, dan kondisi yang tepat. Skenario besar selalu berbicara dan ada maksud di balik itu semua.

Yah..itulah warna warni dalam keseharian tiap manusia, penuh sesuatu yang mengejawantah dan membawah pencerahan hati. Ada suatu ungkapan seperti ini ‘mulailah hidupmu dengan mengingat-ingat kesan apa yang ingin kamu tinggalkan saat kamu mati’. Saya lebih setuju kata-kata Sidney Mohede: ‘One day your life will flash before your eyes. Make sure its worth watching’.

embargo jiwa

Iklan