Hmmm jadi gini yah… Hidup itu selalu memberikan kejutan, setiap belokannya selalu menyediakan sesuatu yang tidak kita sangka, malangnya kita manusia di haruskan menjalani hanya untuk sekedar kita tahu, jalan yang kiri atau jalan yang kanan yang akan membawa kita ke tujuan. Jodoh yang singkat ataupun belum berjodoh adalah suatu proses, mungkin memang kita harus melalui fase itu dahulu untuk nantinya sampai ke tujuan kita.

Percaya deh, sudah ada blue print atau masterplan yang disiapkan oleh Tuhan, tinggal seberapa besar usaha kita untuk menjalani dan menggapai itu semua. Jalani saja dengan ikhlas, semua orang sudah punya blue print ketika mereka dilahirkan. Kadang musti ketemu beberapa mr/miss wrong sebelum ketemu mr/miss right. Tapi mungkin itulah hidup. Ada memang ditakdirkan untuk bertemu dengan orang yang jodohnya pendek dengan kita atau malah sebaliknya. Banyak orang yang datang dan pergi dalam hidup kita, sebagian meninggalkan bekas dan bahkan mampu mengubah kita dan sebagian lagi hanya sekedar numpang lewat. Bahkan yang berjodoh pun masih bisa dipisahkan oleh kematian. Yah…entah bagaimana yang disebut jodoh itu.

Semua kejadian dalam hidup. Membuat kita lebih kuat, karena kita belajar. Masih bisa melewatkan dan merasakan arti hidup. Dan dari hidup kita belajar merasakan senang..sedih…dan menangis…lagi-lagi dari situ kita belajar….ternyata kita beruntung karena mempunyai kesempatan untuk mempelajari banyak “lesson learned” dari Tuhan.

Semua orang pernah merasakan hal yang sakit, peristiwa yang pahit, pengalaman yang bikin sesak kalo kita mencoba mengingat-ingat kembali akan hal itu. Saya pun juga pernah ditinggal dan memaksa “kenyataan” untuk mengakhiri semua di saat sayang dan yang katanya cinta itu lagi berada saat puncak-puncaknya. Jika kita sudah tahu suatu saat akan jatuh, sakit rasanya pasti, yang bisa kita lakukan adalah tidak jatuh, atau kalaupun jatuh, aturlah jatuh kita, persiapkan diri kita sebelumnya, jadi kalaupun jatuh gak terlalu sakit. Waktu belum bertemu, memang seolah-olah jodoh itu tujuan yang akan dicapai dengan damai. Setelah ketemu jodoh ternyata perjalanan masih jauh juga, yang dikira tujuan itupun ternyata akhirnya kembali jadi perjalanan. Such is life. Tahap jatuh bangun dan bertemu pada jalan yang salah justru jadi pembelajaran kita untuk menjadi lebih kuat.

Tapi menurut statement-nya teman saya yang belum nikah , hal yang paling menyedihkan di dunia adalah ” ketika bertemu dengan seseorang kemudian jatuh cinta padanya namun pada akhirnya kita menemukan bahwa dia bukan jodoh kita “. Well, saya nggak pingin berkomentar untuk hal satu itu. Selain bukan porsi saya, sekarang sudah bukan masanya lagi berfokus dengan kondisi-kondisi seperti itu. Kadang emang pelajaran hidup harus diajarkan dengan cara yang agak keras, karena hidup gak pernah memberi kesempatan dua kali untuk mengulangi kesalahan yang sama.

“Pemikiran itu tumbuh seiring usia.

Karena yang namanya hidup itu ndak mungkin lurus selalu, pasti ada paradoks yang membuat hidup jadi makin berwarna. Bagi saya, setiap pribadi adalah unik adanya, tak peduli dia seorang “siapa”, “apa”, atau hanya “bagaimana” yang sama seperti saya. Tidak ada batasan duniawi seperti usia dan status sosial bagi saya untuk menilai mereka. Yang terpenting adalah “isi” bukan “cover” atau bungkus luarnya saja. Karena berlian tetaplah berlian, meskipun dipendam dalam kubangan lumpur yang pekat, dan yang baik pasti akan dicari banyak orang karena nilai dan manfaatnya yang bisa membedakan satu sama lainnya

Let’s act, no talk only…rite????

Hidup ini intinya perbuatan, bukan teori dan deskripsi melulu. Ok, untuk hal yang satu ini ,saya punya sedikit cerita yang semoga bisa anda ambil hikmahnya.

Dimasa lalu ada dua orang ahli pidato yang terkenal, yang satu bernama Cicero dan satunya lagi bernama Demosthenes. Setiap Cicero sedang berpidato, orang-orang yang mendengar selalu mengelu-elukannya dan ikut berteriak bersemangat. Tapi setelah pidato selesai, ya selesailah semua, tanpa tindakan dari para pengikutnya maupun dari Cicero sendiri. Berbeda dengan Demosthenes, setiap dia berpidato semua orang selalu mendengarkan dengan hikmat dan setelah pidato selesai mereka melakukan apa yang dibicarakan oleh Demosthenes, dan Demosthenes pun mempertanggungjawabkan pidatonya dengan selalu memantau perkembangan tempat dimana dia pernah berpidato. Marilah kita menjadi seperti Demosthenes, bukan hanya bisa berteriak memberi semangat tapi juga mengajak orang lain utk bergerak melakukan sesuatu yang berguna dan kita mempertanggungjawabkan apa yang sudah kita lakukan. Nyatakanlah sesuatu dengan cerdas dan bertanggungjawablah dengan itu semua.

Intinya saya sendiri juga berharap, semoga apa yang saya sampai kan dalam cerita dan pesan pada tulisan saya ini, bisa terafeksi dalam pribadi saya. Bukan sekedar ulasan picisan atau omong kosong belaka. Namun juga bukan masalah seberapa besar kita bisa melakukannya, tapi seberapa dalam dan seberapa besar tindakan kita untuk bisa mengajak yang lain bersama-sama melakukan sesuatu yang berarti demi sesama.

Ada tiga tipe manusia kala menghadapi sebuah masalah. Manusia tipe pertama yang enggan mengambil resiko. Manusia tipe kedua yang sama sekali tak realistis dalam mengambil resiko, dan manusia tipe ketiga yang berani mengambil resiko dengan segala perhitungannya.Dan yang sering kali kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah tipe manusia yang kedua. Ya misalkan saja, orang-orang yang memilih bunuh diri, menghancurkan hidupnya, yang katanya “bisa melepaskan segala tuntutan beban hidup”. Dengan bunuh diri maka mereka akan merasa lebih tenang dari perasaannya sebelum bunuh diri. Bukan cara bijak sih, bahkan tak terhormat dan malah dianggap sebagai pengecut. Tapi seandainya saya yang mengalaminya, jika tak kuat iman, pilihan tepatnya ada pada killing my self. Subhanallah…!. So we got to live when we’re still alive. Life is not about how we search and find it, but it’s about how we create it. Toh, kebahagiaan hidup itu bukan dicari. Tapi diciptakan. So, bagaimana cara menciptakan “kebahagiaan” itu, Tanya hati kita masing-masing…!!

Tapi yang namanya perspektif orang tu, kadang berbeda-beda sih yah. Pernah denger ungkapan ini gak: Mengakhiri hidup itu butuh keberanian, tetapi untuk melanjutkan hidup diperlukan jauh lebih banyak keberanian, karena, disitu kita ‘berperang’. Dan pada akhirnya juga, kemuliaan hanya bisa didapat dengan tetap bertahan hidup, bukan menyerah sebelum berjuang. Ok, saya tegaskan lagi maksudnya, bahwa kemuliaan hidup justru didapat ketika kita bertahan hidup, bukan menyerah pada hidup karena merasa sudah tidak sanggup bertahan.

‘Tuhan masih ada, Dan selalu ada buat kita. Jangan berputus asa. Even if you’re in the brink of despair”. Hidup memang harus diperjuangkan..sesulit apapun itu..menyerah kalah sebelum berjuang malah hanya akan dianggap sebagai pengecut. Eniwei, back to each other him/her self, everyone has their own destiny. Perjalanan takdir kita bisa di analogikan seperti timeline story sebuah film. Ada kalanya film yang kita tonton ternyata tak berbobot atau endingnya tak bagus. Tapi pada sebuah film sejelek apapun itu pasti akan terselip pesan moral yang bijak didalamnya apabila kita bisa memetik pesannya. Bahkan pada sebuah hidup yang kita jalani , seperti sebuah cerita, kadang kita tak mendapatkan hasil cerita yang memuaskan. Ending berupa kematian yang kadang menyakitkan dan sangat tragis.

“When we already have peace with our self… Patient and happiness is unlimited.”

Mulai sekarang, ayo kita bersama-sama belajar dari banyak orang, belajar melihat dengan hati, mendengar, berpikir, berkontemplasi, dan berbagi pada orang lain. Kita semua pasti pernah melakukan suatu kesalahan. Walaupun kita merasa tidak pernah, pasti ada orang lain yang menganggap perbuatan kita merugikan atau bahkan melukai hati orang tersebut. Dengan kata lain, maksud kita dapat diartikan berbeda oleh orang lain. Saya tidak bermaksud untuk menyakiti dia, maksud saya baik, saya melakukan ini demi dia, dan sebagainya. Lebih mudah dan tampaknya lebih wajar untuk memaafkan seseorang yang bermaksud baik. Namun kita harus sadar bahwa tidak semua orang melakukan sesuatu dengan maksud baik. Kadang-kadang mereka mencuri, berbohong, curang, menusuk dari belakang, menjadikan kita kambing hitam, menyakiti orang yang kita sayangi, dan sebagainya untuk kepentingan mereka sendiri. Oleh karena itu, mari kita putus rantai kebencian ini, dengan memaafkan. Memaafkan adalah tentang berbesar hati melebihi dendam dan keadilan. Memaafkan bukan berarti melupakan. Memaafkan itu artinya kita melepaskan, belajar, dan maju. Pengalaman-pengalaman yang buruk memang melukai kita tapi pengalaman itu dapat menjadi jalan bagi kita untuk belajar, merefleksikan, berkontemplasi, meningkatkan diri, dan membuat kita lebih bijak.

Kita tidak dapat mencapai impian dan keinginan kita yang sesungguhnya apabila kita terpaku pada masa lalu dan membiarkan kita dibutakan oleh amarah dan benci. Contohnya, saya mungkin tidak bisa mengambil pelajaran atau hikmah apapun dari mantan pacar saya kalau saya memilih untuk mengingat dia sebagai pembohong atau pendusta semata. Bahkan sebenarnya, dialah yang mengenalkan lebih dalam tentang islam kepada saya , mendorong saya untuk belajar lebih dalam tentang keimanan saya, dan mengajarkan saya untuk tidak takut jatuh dan melakukan kesalahan. Di balik hubungan kami yang serba tidak menentu dan disfungsional, saya bisa survival seperti ini juga karena peran mantan pacar saya and lesson learned in the past time.

“The weak can never forgive. Forgiveness is the attribute of the strong.” Memaafkan, adalah seperti melepas seorang tahanan dari penjara… Dan kemudian menyadari, bahwa tahanan itu adalah dirimu sendiri…begitupun, memaafkan hampir tak pernah mudah. Following The Path has never been easy. Since i was a child , i’ve been impressed by the beauty of Lord’s Prayer. Forgive us our sins as we forgive those who sin against us. And, how can we ask God to forgive us, when we refuse to forgive others?. It’s not easy to open the gate of our conscience to one whom we wronged, to admit just what we’ve done. To forgive is the ability to go beyond vengeance or justice. When you want something, concentrate only on that: no one will ever hit a target they cannot see. About concentrating only on what we want, hitting a target that no one will ever see.

Mover forward

Iklan