Proses demi proses adalah bagian dari kehidupan setiap orang. Perubahan tidak terjadi ketika kita menetapkan hati untuk melangkah, tapi ketika kita sungguh-sungguh telah melangkah… Yang jelas, bagi saya, ga ada yang bisa membuat kita berani jika kita ga memberanikan diri. Ada analogi yang mungkin sudah biasa temen-temen dengar, tentang keberanian adalah awal dari perubahan. Banyak banget orang (termasuk saya) yang pengen berubah menjadi sesuai seperti apa yang Allah mau, tapi ga pernah beranjak karena ga punya keberanian, Tapi bukankah hidup ini adalah tantangan? Kenapa harus takut? Kan ada Allah yang setia menjaga kita .

Aku percaya, setiap langkah positif yang kita lakukan atau ingin kita lakukan pasti akan dilindungi meski terkadang kita merasa Allah begitu jauh dan bahkan seakan ga ada di sana. Tapi sebenernya Ia justru sedang mengawasi kita, menguji kesetiaan dan kesabaran kita mencintai Dia… Allah menyelesaikan masalah demi masalah dalam hidup kita lho. Kita selalu aja repot mikirin cara dan setiap masalah sampai penyakit bersarang di tubuh kita. Padahal Allah yang mempersiapkan solusi untuk masalah-masalah itu ga memaksa kita berfikir sekeras itu. Ia tahu batasan kita. Hari ini mari berfikir ‘simple’ dan ga menyusahkan diri sendiri dengan semua masalah kita. Ga berarti kita juga ga berusaha, tapi ga ‘memaksakan diri’. Karena sekuat apapun kita berusaha, jika Allah berkata TIDAK, mau bilang apa? I always believe that God always give me a new spirit when i face a new problem in every day. It will be the same case with all of you… God always near of us… You just only believe so u will find that He is live…

Allah memberikan saya perasaan dan kenikmatan hidup dari semua hal yang pernah terjadi dalam hidup saya. Dan jujur saya menikmati rasa itu, walaupun bukan lagi milik saya dan hanya tinggal kenangan, tapi saya punya cerita dan hikmahyang mungkin nantinya bisa saya ceritakan ke anak cucu saya.

Pun halnya memilih pasangan hidup, pekerjaan, jalan hidup, dll. Saya percaya semua itu pasti ada “jodohnya”. Maksud saya begini, semua ditakdirkan untuk berpasang-pasangan (bukan hanya pasangan hidup), pun halnya dengan pekerjaan. Si A gonta-ganti tempat kerja dari perusahaan X ke perusahaan Y, ga cocok, resign ngelamar ke perusahaan Z, eh kok enak ya.. Gaji gede, posisi enak, kerjaan gampang & lingkungan kerja yang kondusif. Hal yang seperti itu yang saya namakan jodoh. Begitu juga dalam menentukan pasangan hidup pun, kalau saya boleh memilih nih, saya bakal choose one orang yang saya sukai, Si A misalnya. Tapi balik lagi, yakinkah kita jika si A ini jadi pasangan hidup kita, kita bakal jadi orang yang lebih baik daripada sekarang? Mesti mikir dulu deh. Tapi teman saya selalu berkata :”Hhalaaaahh… Kalau kebanyakan mikir keburu dia disamber orang..”. Ya udah berarti dia bukan jodoh kamu.. Gitu aja. Simple kan? . Tapi inget, pasrah bukan berarti ga usaha ya. Kalau memang kita suka dengan si A/B/C, atau kita punya keinginan & cita-cita ya harus ada usaha dulu lah. Do the best, lets God do the rest..

Proses berpikir saat akan melakukan pengambilan keputusan sangat dibutuhkan. Kenapa? Ya supaya kita ga salah pilih, ga salah jalan. Saya juga pernah berpikir bahwa Allah itu kok kayanya ga adil banget deh. Ada orang yang hidupnya kayaknya sangat beruntung, dapat pasangan yang perfect, dikaruniai anak yang lucu-lucu, seems mereka bahagia banget.. What a perfect life-lah pokoknya. Sementara saya ya biasa-biasa aja. Tapi tadi pagi saya mendapatkan perenungan bagus setelah semalam saya bertemu dengan seseorang dari masa lalu saya. Mendadak saya bersyukur dengan kehidupan saya sekarang. Andai beberapa tahun lalu Allah mengiyakan keinginan saya untuk hidup bersama dia, saya ga yakin bahwa kehidupan spiritual saya akan semakin dekat dengan-NYA. Secara ya, kadang shalat aja saya masih bolong-bolong, baca Qur’an kalau saya lagi pengen. Kalau saya hidup sama dia apa iya saya ga makin jauh dari-Nya? Okelah secara financial kehidupan saya akan tercukupi, tapi kebutuhan rohani saya besar kemungkinannya akan makin kosong karena kehidupaan rohaninya sendiri ga lebih baik daripada saya.

Selalu ingatlah akan 3 hal :

1. Jika Allah mengatakan Ya !

Maka kita akan mendapatkan apa yg kita minta..

2. Jika Allah mengatakan Tidak !

Maka kita akan mendapatkan yang lebih baik..

3. Jika Allah mengatakan Tunggu !

Maka kita mendapatkan yang terbaik sesuai kehendak-Nya. Allah tidak pernah terlambat, Dia tidak juga tergesa gesa, namun Dia selalu tepat waktu..

Allah ga pernah salah, Dia selalu memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Karena kadang apa yang kita inginkan sebenarnya bukan yang kita butuhkan secara hakiki. Namun kadang kita lupa, saat dalam hidup ada 1 pintu yang tertutup bagi kita, kita hanya bisa menangis, mengeluh, meraung-raung agar pintu itu dibuka, sampai kita tidak sadar bahwa ada pintu lain yang Allah sudah buka untuk kita.

Allah maha Tahu segala yang terbaik untuk kita kok..

“Di masa-masa mengeluh, tidak puas dan berandai-andai itulah saya butuh orang untuk mengingatkan, dan Allah selalu mengirimkan pengingat dalam bentuk yang tak diduga.”

Gagal itu biasa, nggak usaha terlalu dipermasalahkan. Kita ubah saja paradigma berfikir kita bahwa Allah lagi mempersiapkan yang lebih baik untuk kita melalui proses kegagalan itu.. Cocok atau tidaknya semua perilaku kita dengan kehendak Allah, maka itu sudah lain persoalan.

Kedekatan seseorang dengan Tuhannya tak bisa diukur dari kedudukannya, hartanya, atau kemampuan intelektualitasnya. Namun satu hal yang pasti, ciri manusia yang dekat dengan Tuhannya bahwa dia diberi kemudahan untuk menafkahkan sebagian hartanya baik di kala lapang maupun di kala sempit.

Kadang kita selalu ingin agar keinginan kita terpenuhi, apa yang kita mau bisa kita dapat. Kalau memang belum sekarang didapatkan berarti Allah akan memberikannya nanti atau memberikan jawaban yg lain dan hal itu adalah yang terbaik buat kita dari Tuhan……

Selalu bersyukur adalah kuncinya…..

Yes, God knows What is the best for us. So, bahkan ketika terasa hidup itu begitu sulit, kita harus percaya bahwa DIA tidak pernah punya niat JAHAT ketika dia mengijinkan kita mengalami berbagai cobaan, karena semua itu dirancang untuk kebaikan kita bukan?.So, Bukan doa kita yang tidak pernah dijawab, hanya saja terkadang jawabannya tidak sesuai dengan yang kita harapkan, Pasti kita akan dapat yang lebih baik.

Hal ini saya kutip dari pengalaman yang di alami salah satu teman saya : “Tahun lalu dia sempat hamil & tapi Allah mengambil calon bayinya ketika usia 6 bulan dalam kandungan.. Mungkin ia sempet stress, suudzon, uring-uringan.. Tapi anehnya Allah selalu menjawab emosi teman saya, langsung saat itu juga, ga pake lama.. Dan, ternyata bener, semua “diganti” dalam bentuk yang lebih baik : keluarga, suami yang jauh lebih perhatian,. Kerjaan yang alhamdulillah naik 1-2 level, rejeki barokallahu..”

Ya namanya manusia kadang kita kan sok tau ya, sok ngerti, sok bener, emosi sama ego aja yang digedein.. It’s like, everything happen for a reason, absolutely rite.. Kita boleh/berhak memilih tapi endingnya tetep Yang Diatas yang menentukan..Tapi bukan lantas pas kita pasrah bersikap “yo wislah, terserah Allah aja milih jodohnya.. Aku manut deh..”, atau “semua kan udah digariskan, pekerjaan biar Allah aja yang milihin. Intinya usaha dulu, Do the best, lets God do the rest..

Melalui tulisan ini, saya tidak berniat menggurui, karena semua adalah guru… Yang berniat berguru, pada siapa dan apapun itu… Yang pantas dan perlu, digugu dan ditiru

Proses

Iklan