Hari ini sebelum pulang kerja, selepas shalat ashar tentunya, saya di panggil seorang atasan untuk mneghadap ke ruangan beliau.Ya sebut saja nama atasan itu Pak Hendrawan Tantra. Masya Allah, pasti ada sesuatu yang tak beres yang harus dipertanggung jawabkan, pikir saya waktu itu. Sesampainya di ruangan beliau, saya melihat ekpresi beliau yang datar saja. Benar agaknya kalo dia lagi marah. Lalu beliau berusaha menjelaskan semua kesalahan-kesalahan kerja yang saya lakukan hari ini, mengkoreksi dan tentunya menyampaikan pesan melalui suatu cerita. Begini cerita beliau :

Suatu hari, seorang ibu mengantar anaknya yang baru berusia 7 tahun, naik bis jurusan Surabaya-Denpasar. Ibu berpesan pada pak supir,” Pak, titip anak saya ya? Nanti kalo sampe di Banyuwangi, tolong kasih tau anak saya.” Sepanjang perjalanan, si anak cerewet sekali. Sebentar-sebentar ia bertanya pada penumpang,” Udah sampe Banyuwangi belom?” Hari mulai malam dan anak itu masih terus bertanya-tanya. Penumpang yang satu menjawab,” Belom, nanti kalo sampe dibangunin deh! Tidur aja!” Tapi si anak tidak mau diam, dia maju ke depan dan bertanya pada supir untuk kesekian kalinya,” Pak, cudah campe Banyuwangi belom?”Pak Supir yang sudah lelah dgn pertanyaan itu menjawab,” Belom! Tidur aja deh! Nanti kalo sampe Banyuwangi pasti dibangunin!”

Kali ini, si anak tidak bertanya lagi, ia tertidur pulas sekali. Krn suara si anak tidak terdengar lagi, semua orang di dalam bis lupa pada si anak, sehingga ketika melewati Banyuwangi, tidak ada yang membangunkannya. Bahkan sampai menyeberangi selat Bali dan sudah mendarat di Ketapang,Bali, si anak tertidur dan tidak bangun-bangun. Tersadarlah si supir bahwa ia lupa membangunkan si anak. Lalu ia bertanya pada para penumpang,” Bapak-ibu, gimana nih, kita anter balik gak anak ini?” Para penumpang pun merasa bersalah krn ikut melupakan si anak dan setuju mengantar si anak kembali ke Banyuwangi.

Maka kembalilah rombongan bis itu menyeberangi Selat Bali dan mengantar si anak ke Banyuwangi. Sesampai di Banyuwangi, si anak dibangunkan. “Nak! Udah sampe Banyuwangi! Ayo bangun!” Kata si supir. Si anak bangun dan berkata,” O udah sampe yah !” Lalu membuka tasnya dan mengeluarkan kotak makanannya.Seluruh penumpang bingung. “Bukannya kamu mau turun di Banyuwangi?” Tanya si supir kebingungan. “Nggak, saya ini mau ke Denpasar ngunjungin nenek. Kata mama, kalo udah sampe Banyuwangi, saya boleh makan nasi kotaknya!”.

Seluruh penumpang : ?????!!!!!!***%%$!!!

Kemudian atasan saya itu, dengan wajah yang kalem dan wise,  berkata seperti ini :“Benar benar lucu ya atau bahkan menjengkelkan serta sedikit menyebalkan, bayangkan kalau Bus ini adalah Kantor anda, dan anda adalah salah satu penumpangnya apakah anda akan cuek satu dengan yang lain? Dan ketika suatu kesalahan telah terjadi, walaupun kita bisa memperbaikinya apakah itu efektif? Akan lebih baik kalau kita bekerjasama dan saling mengingatkan.”

Inti pesan moral yang ingin disampaikan beliau adalah Mungkin kita jarang mengakui bahwa orang lain adalah yang terbaik dalam suatu hal. Kita merasa bahwa kita lebih baik dari mereka. Ingat, kita tidak akan pernah bisa bekerja sendiri. Kita tidak akan bisa hebat dalam segala hal. Itu mustahil tanpa peran serta orang lain disekitar kita ! Oleh karena itu, berilah apresiasi yang sepantasnya bagi rekan kerja kita. Percayalah kita akan hidup lebih bahagia dengan mendapatkan rekan yang menyenangi kita di lingkungan pekerjaan.

Hal terakhir yang saya ingat dari perkataan beliau adalah “Kita tidak bisa merubah nasib organisasi atau perusahaan dengan seketika. Namun kita pasti memiliki sesuatu yang dapat kita berikan untuk kemajuan organisasi ini .”

Sebelum saya keluar dari rungan beliau, tangan saya dijabat oleh atasan saya. Dengan wajah yang kalem, bijaksana, penuh wibawa dan senyum yang penuh santai, Pak Tantra berkata seperti ini ; “Selamat Ulang tahun ya Ndik, Do your best, maaf saya ngucapin duluan, moga hokinya gede tahun  ini dan karirnya tambah semakin baik .”

Yah, hari yang aneh, lucu dan di penghujung hari ini, saya cuma bisa berharap semua yang terbaik.. Dan selalu mengingat pepatah “don’t be encumbered by mistake, just go out and do something wonderfull” (Robert Noyce)

Pesan bijaknya Pak Tantra membuat saya semakin merenung tentang betapa berarti dan berharganya hari ini, minggu ini, bulan ini, bahkan tahun ini…

Tahun ini….

Tahun yang dibuka dengan tantangan besar sebuah kegiatan dan tuntutan profesionalitas kerja. Tahun yang diawali dengan banyaknya penemuan potensi-potensi yang baru terlihat dan terasa. Tahun yang menyampaikan diri pada banyak peluang yang mendekatkan pada kenyataan mimpi hari ini. Tahun yang mengantarkan pada banyak perubahan status diri dan tanggung jawab. Tahun yang akan penuh dengan kesuksesan disana sini. Tahun yang menjadi awal kepermanenan kesuksesan masa depan.

Setiap tahun spesial bagi saya… Karena sejak awal, saya telah memutuskan untuk membuatnya menjadi istimewa. Tahun yang seharusnya memang selalu menjadi istimewa karena adanya kita di dunia ini pun sejak awal menyandang  tanggung jawab dan memberikan bukti bahwa kita layak menyandang hal tersebut dengan hasil-hasil kerja serta amalan-amalan kita semasa hidup di dunia. Tidak ada lagi kata untuk tidak bekerja semaksimal mungkin, karena kita tidak tau kapan deadline hidup kita berakhir, kita tidak tau kapan kita harus mengejar target setoran kebaikan dan kebermanfaatan diri. Seandainya saja kita tau, ah… Untuk hal ini jangan berandai-andai, karena hanya akan membuat kita berhenti semakin lama, terus saja bergerak. Dan anggaplah bahwa tahun ini adalah tahun terakhir kita.

Pak Hendrawan Tantra

Iklan