Teringat saya dengan cerita masa lampau beberapa tahun yang lalu, dia menolong saya disaat tidak ada seorangpun yang mampu meminjami saya uang untuk menyelesaikan tugas akhir yang hampir mencapai deadline, disaat tiada seorangpun yang mampu meminjami saya (bahkan orang tua saya sekalipun tidak mampu, karena kami sekeluarga yang sedang tertimpa musibah kala itu dan tidak mencukupi apabila saya tetap memaksakan untuk meminta bantuan pada orang tua) dengan jumlah yang sangat besar (untuk ukuran Mahasiswa) dia meminjami saya tanpa syarat apapun!!!!!, dan saya berjanji akan mengembalikan secepatnya….!!!!

Yang saya heran 6 bulan setelah saya lulus dia tidak pernah menagihnya kepada saya, Akhirnya setelah setelah saya mendapatkan pekerjaan saya berniat mengembalikannya. Saya berniat mengembalikannya secara bertahap (karena hutang saya hampir 3x lipat gaji saya waktu itu.

Ketika saya ingin menemuinya di Surabaya (Beliau ini kerjanya di Malang, tapi aslinya berdomisili di Surabaya) ternyata dia sudah pindah kerja di Luar kota. Sehingga akhirnya saya mengkontaknya via HP…

Kemudian saya sampaikan niat saya untuk mengembalikan uang yang saya pinjam dengan cara mencicil dan memintanya memberikan no rekeningnya agar bisa saya transfer. Anehnya dia malah tertawa dan menyahut “Tidak usah dikembalikan, saya ikhlas kok”. Hiiiaaaaahhhh…apa-apan orang yang satu ini, apa ia sudah ndak butuh duit lagi ya, pikir saya waktu itu.

Saya jadi tidak enak, dan terus memaksanya untuk menerimanya, dan akhirnya dia menyahut “Baiklah kalau kamu berniat mengembalikannya, saya dulu pernah ditolong orang, dan beliau berkata kepada saya:

“Kalau suatu saat kamu bertemu dengan orang yang membutuhkan,bantulah seperti halnya aku membantumu, dan jangan mengharapkan imbalan ataupun memberi syarat”,

“bisakah kamu melakukan itu?”

Kemudian saya pun menyanggupinya..

Saya merasa girang karena saya tidak perlu mengembalikan, beban sudah hilang dan saya merasa diuntungkan sampai-sampai saya melupakan janji saya..ha..ha

1 tahun setelahnya saya bertemu dengan seorang Mahasiswa Unmuh Malang, seorang mahasiswa yang cerdas asal Jakarta, mahasiswa yang saya kenal karena dia menempati kost saya dulu…Ya, sebut saja nama mahasiswa ini adalah Yusuf

Karena saking akrabnya, akhirnya saya tahu bahwa mahasiswa ini adalah tipe orang yang cukup prihatin, saya sering melihatnya makan hanya 1x sehari dan sering puasa. Tidak hanya puasa senin kamis, tetapi juga melaksanakan puasa seperti apa yang di kerjakan nabi Daud As (sehari puasa, sehari bolong)…belakangan ketahuan juga kalau duitnya sering habis dipakai buat penelitian, praktek dan praktikum…dan dia tidak mendapatkan tambahan lebih dari orang tuanya…

Sampai suatu hari, dia sms ke saya, yang kurang lebih isinya begini “Mas bisa bantuin saya nggak buat KP?, saya pinjam duit dulu nanti tak kembalikan, kiriman orangtua saya tidak cukup mas”..

Wah saya jadi ingat bantuan teman saya dulu, jadi sadar neh……

“Kalau suatu saat kamu bertemu dengan orang yang membutuhkan,bantulah seperti halnya aku membantumu, dan jangan mengharapkan imbalan ataupun memberi syarat”

langsung saya cari ATM terdekat dan transfer……(alhamdulilah waktu itu lagi banyak rejeki)

Saya tidak tahu apakah orang yang saya tolong ini ada hubungannya dengan kawan yang pernah menolong saya atau tidak,atau mungkin yang saya tolong ada hubungannya dengan yang menolong Kawan saya atau tidak……………….. tapi paling tidak seperti kata Pak Motivator (yang sering nongol di tipi2) “kalau ingin berbuat baik lakukan saja”.

Belajar dari hal itu, ternyata hidup ini adalah skenario terbaik dari Tuhan. Lewat mahasiswa itu, saya di ingatkan Tuhan untuk membayar janji saya. Dan saya ikhlas dan bahagia karena bias melanjutkan kebaikan dari orang yang sempat menolong saya sewaktu saya terhimpit masalah keuangan untuk menyeleseikan TA. Subhanallah, tidak akan miskin seseorang yang membelanjakan rizkinya di jalan yang di ridhoi Allah (tentunya dengan hati yang ikhlas).Ini kali ya..yang dinamakan The Power of Giving..di saat kita memberi maka kita akan menerima..jauhhh dari apa yang kita beri. Percayalah…semakin banyak kita memberi kepada orang lain, semakin banyak yang kita terima dari Allah.

quote from holy quran

Iklan