Suatu hari Lukman mengambil keledai dan keluar bersama anaknya. Lukman menaiki keledai. Tak lama terdengar seseorang berkomentar, “Orang tua tak tahu diri, membiarkan anaknya berjalan sementara ia enak-enak naik keledai.”

Maka Lukman turun dan mengangkat anaknya ke atas keledai. Mereka meneruskan perjalanan. Tak lama terdengar komentar lain, “Anak tak tahu diri, membiarkan orang tuanya berjalan sementara ia enak-enak naik keledai.”

Lalu Lukman ikut naik keledai, dan meneruskan perjalanan. Namun terdengar komentar lain lagi, “Orang-orang kejam, menaiki keledai malang itu berdua, padahal mereka tidak sakit dan tidak lemah.”

Akhirnya Lukman turun, dan menurunkan anaknya, dan berjalan pulang. Masih juga orang berkomentar, “Orang-orang bodoh, mereka berjalan kali padahal memiliki keledai, dan keledai itu tidak sakit dan tidak lemah.”

Moral of the story: Teruskanlah bekerja demi kepentingan mulia itu hingga selesai. Janganlah hiraukan orang lain. Janganlah dengarkan tanggapan-tanggapan mereka, tapi maafkanlah mereka. Tidak ada jalan untuk memuaskan mereka semua.

Dalam beberapa kasus, orang yang berhasil adalah seseorang yang cuek dengan apa yang orang lain pikirkan tentangnya, bahkan terkadang terhadap pikirannya sendiri. orang dewasa, menyelesaikan masalah dengan cara yang dewasa pula.

Tidak ada seorang pun di dunia yang dapat memuaskan semua pihak, karena tiap orang memiliki kepentingannya masing-masing, yang dapat diusahakan adalah berusaha sebaik mungkin untuk dapat meminimalkan yang tidak puas.

Jika kamu sudah berusaha memberitahunya, dan mereka masih saja tak percaya, berikan saja bukti dan hasilnya, itu sudah cukup.

“Gak ada ceritanya orang juara itu cengeng” (film king).

And the learning is : to be continue…

Intinya “Dalam hidup ini selalu ada hal yang berjalan beriringan bak dua sisi mata uang, sulit sekali untuk membahagiakan yang satu tanpa membuat rasa tidak nyaman pihak yang lainnya. Maka… cukuplah menenangkan hati dengan meyakini bahwa apa yang dijalani ini berniatkan baik, bertujuan memberi manfaat bagi yang lain dan hanya meyakini kemaha-besaran TUHAN”.

quote ....

Iklan