Beberapa waktu yang lalu, saya ditemani pasangan saya sedang dalam perjalanan kembali dari luar kota. Melintasi suatu jalan, katakanlah namanya jalan X, ada semacam keramaian yang nggak biasa padahal waktu saat itu sudah menunjukkan jam 01.15 AM. Ternyata sedang ada razia, razia PSK tepatnya. Para petugas satpol PP beramai ramai menghalau mereka keluar dari dalam rumah-rumah pondokan, mungkin mereka (para petugas) sudah kenal siapa siapa mereka.

Cara mereka (para petugas) menggiring dan menghalau keluar, mengingatkan saya pada petani desa di Malang ketika mengangon Bebek di jalanan pematang sawah.Caranya menghalau dan menggiring dari kiri kekanan, sementara yang di halau berusaha mencari jalan menyimpang tetapi nggak bisa …. saya rasa kurang manusiawi.

Saya berpikir, betapa susahnya mereka mencari uang yang mungkin untuk menopang keluarga atau siapa saja di rumah… meskipun harus dengan cara yang tidak baik, harga diri dan Tubuhnya terjual mungkin demi kehidupan keluarga dan dirinya sendiri.

Mungkin banyak sekali yang berkata, mengapa mesti melacurkan diri..?! tetapi menurut saya kadang hidup ini adalah pilihan… tetapi ada saatnya seseorang juga tidak punya pilihan lain… mungkin karena keadaan dan situation yang demikian …. entahlah… saya rasa akan lebih bijak sana bila memberi solusi daripada mencerca apalagi menyalahkan bukan…?!

Istri saya cuma bisa berkaca-kaca sambil berucap “Semoga Allah memberi rizki kepada setiap hambanya yang lemah dan papa”. Saya sadar bahwa dengan melihat “ke bawah” keadaan orang-orang di sekitar kita, ternyata bisa memberikan kekuatan untuk tidak berhenti menengadahkan wajah memohon kepada Allah untuk selalu bersyukur. Syukur dengan apa yang ada melihat mereka yang papa dan tak berdaya. Ya, ketika hati terasa berat dan tidak tahu kepada siapa harus menumpahkan, beruntunglah kepada mereka yang memiliki TUHAN.

Nothing Choice

Iklan