Suatu saat salah seorang kawan saya nanya, “Kapan kamu yakin bahwa perempuan yang sekarang jadi istrimu memang jodohmu?”

Menggelitik, tapi suatu pertanyaan yang wajar sebelum kita menandatangani kontrak ekslusif sampe mati dengan seorang wanita. Saya bilang, “Kalo yang sampeyan maksud yakin adalah yakin 100% saya ndak tau karena ndak pernah seyakin itu.”

Saya kadang penasaran, seberapa besar hubungan antara ruwetnya pertimbangan dengan tingkat kenyamanan suatu pernikahan?

Saya ndak tau konsep jodoh yang mana yang sampeyan anut. Apakah konsep jodoh itu berarti soulmate yang sudah dari sananya diciptakan untuk bisa klik sama sampeyan, ibarat hati terbelah dua yang sudah pas tiap retakannya, ataukah jodoh yang masih harus mencari-cari batas kompromi. Yang jelas dua-duanya tetep butuh yang namanya pertimbangan.”

Yang saya liat pertimbangan berbanding lurus dengan umur. Semakin nambah umur, mungkin karena pengalaman dan referensi juga nambah, maka pertimbangan dalam memilih milih jodoh juga makin panjang, makin njelimet dan ruwet. Beberapa faktor mungkin bisa menambah njelimetnya pertimbangan, misalnya wanita yang “independen” (mapan secara finansial/mandiri) akan sedikit lebih selektif lagi dibanding yang dependen (pasif, cuma nurut dan ngikut apa kata suami).

Kalo saya dulu memutuskan menikah hanya karena perasaan, “Sepertinya jalurnya sudah benar, inilah perempuan yang akan saya nikahi.” Simpel, ndak ruwet.

Temen saya waktu saya tanya malah ada yang njawab, “Mumpung dia-nya masih mau…”

Sementara saya liat dulu, kakak saya dulu, ngobrol panjaaaaang bener sama Oortu sebelum akhirnya memutuskan untuk menikah dengan lelaki yang sekarang jadi kakak ipar saya. Mungkin pada akhirnya ada yang menyimpulkan bahwa kenyamanan suatu pernikahan berawal dari njelimetnya pertimbangan dan dikawal dengan kemampuan penerimaan terhadap benturan-benturan masalah yang seringkali menjadi suatu dilemma.

Tetep pake perasaan itu penting. Hati yang menggerakkan adalah Tuhan. Di iringi dengan pertimbangan otak tentunya.

Mikir....(dilemma:mode on)

Iklan