Meskipun bukan saya yang mengalami kisah ini, tapi saya menyukai sesuatu yang kontradiktif dalam cerita yang dia alami seorang teman yang bernama khairinnisa also known as Irin. Coba deh amati baik2 ttg gejolak batin yang di alami teman saya ini.

aku menunjukan foto2 itu pada adikku, dan aku menceritakan sedikit tentangnya. Dan dengan lugunya ia bertanya padaku,”Tumben, kamu suka sama cowok yang punya cewek!” Dan effect-nya, bagai petir di siang bolong. Bukannya dulu itu prinsip gue ya? Kenapa aku begitu terjerat dan terperangkap? Aku tau bagaimana rasanya kehilangan sesuatu yang kumiliki karna dirampas orang lain.


Apakah aku akan melakukannya pada orang lain? But, heyy,, i don’t do anything to him. Bahkan aku belum berkenalan dengannya. Yang kulakukan adalah mengaguminya dari jauh. Sebatas itu!
Tuhan apakah aku dosa?
Aku selalu berdo’a agar hatinya menjadi milikku, tapi apakah aku berpikir bagaimana dengan gadis itu? bagaimana hatinya ketika suatu saat orang yang aku kasihi itu meninggalkan gadisnya? Bagaimana jika saat ia bersamaku ada orang yang berdoa seperti itu juga?
Jika keadaannya seperti ini, kenapa aku begitu mendambakannya? Benar, aku belum dapat mendefinisikan sebentuk perasaan yang aku miliki untuknya.

Aku tak terlalu merindukannya, tapi melihat ia berjalan dari belakang aku begitu ingin memeluknya dan tak melepaskannya. Begitu ia muncul disekitarku, aku merasa jantungku seakan berdebar kencang walaupun sebenarnya tidak. Aku tak pernah berpikir untuk menyatakan perasaan yang undefined ini. Aku lebih merasakan euphoria saat aku tau informasi tentangnya dibanding aku bertemu dengannya. Aku kesal bukan main saat aku tahu dia mulai menyadari keberadaanku sebagai secret admirer-nya. Dan satu lagi,feelingku tepat tentangnya. dalam situasi tertentu saat aku mengatakan sesuatu tentang dia yang keluar begitu saja dari mulutku hal itu benar2 terjadi. Semakin ia banyak dicela, semakin menarik bagiku. Semakin ia menjadi buruk, semakin aku menginginkannya. Bahkan hatiku tak lagi merasakan apa-apa ketika aku tahu ia kembali dengan mantannya. Tak sedih, tak kecewa, tak merasakan apa-apa. Aku makin ingin menunggunya. Walaupun aku selalu merasa tak pantas bersanding dengannya. Dia terlalu tinggi dalam anganku. Tapi aku ingin bersamanya. Aku heran mengapa aku tak patah ketika aku tahu “tampaknya” ia begitu sayang dan sangat-sangat sayang dengan gadisnya.

Aku tak tahu apakah ini obsesi atau cinta,, jika obsesi,, kenapa aku tak berusaha memilikinya dengan segala cara? kenapa aku tak marah ketika melihat foto2nya dengan gadisnya? Aku justru suka melihatnya,, entahlah,,

and now he’s spinning around on my head,,
Tuhan, izinkan hatinya berlabuh padaku sekarang dan untuk selamanya,,
Tuhan, jika ia tercipta untuk *setidaknya sejenak* bersamaku, maka dekatkanlah ia, yakinkanlah ia padaku,,
Tuhan, jika ia bukan untukku maka buatlah ia menjadi untukku, at least for a while,,
Tuhan, maafkan aku jika doa ini tanpa aku sadari akan menyakiti orang lain,,
Tuhan, kabulkanlah doaku
Amien,,

Iklan