Kata orang cinta monyet adalah cinta sesaat ketika kita masih remaja, ketika kita masih begitu lugu dan naïf. Begitu kita dewasa semuanya akan berubah, kita akan melupakannya atau bahkan menghilang dari pikiran dan perasaan kita. Begitulah setidak-tidaknya yang dikatakan orang. Namun tidak dengan apa yang terjadi pada diri saya. Setidak-tidaknya saya tidak melupakan hal itu, walaupun apa yang pernah saya alami lumayan menyakitkan dan saya sering dipermalukan untuk itu.

Beginilah ceritanya. Ketika masih SMA dulu, saya menyukai seorang gadis yang adalah teman sekelas saya. Dia adalah ratu disekolah saya, cantik, pintar, gaul dan bisa dikatakan sedikit genit, dalam artian dia selalu tebar pesona didepan semua cowok-cowok hanya untuk memancing mereka mendekati dia yang walaupun kemudian mereka hanya akan menjadi bahan tertawaan dia dan teman-temannya. Semua cowok disekolah saya tergila-gila padanya, termasuk juga saya, yang ketika itu adalah seorang cowok yang kaku, tidak pernah bergaul sama cewek dan bisa dikatakan katrok. Jadi bisa dibayangkan bagaimana nasib saya, seorang cowok kaku yang tidak pernah bergaul sama cewek dan katrok pula, menyukai seorang gadis ratu sekolah dan ratu pesta yang gaul. Tentu saja saya selalu menjadi bahan tertawaan dia dan teman-temannya.

Pernah suatu ketika saya menulis surat untuknya hanya untuk mengatakan bahwa saya menyukai dia, karena saya terlalu takut untuk bicara langsung dan mengungkapkan perasaan saya padanya. Namun apa yang terjadi, surat tersebut malah beredar keseluruh kelas dan saya menjadi bahan tertawaan banyak orang. Belum sampai disitu saja, teman-temannya membuat surat balasan palsu yang ditujukan kepada saya yang isinya mengundang saya agar main kerumah dia. Saya yang waktu itu begitu lugu dengan naifnya mengikuti apa isi surat tersebut karena saya waktu itu menyangka surat tersebut benar-benar dari dia. Dan begitu saya sampai kerumah dia, barulah saya tahu bahwa ternyata surat tersebut bukan dari dia melainkan dari teman-temannya yang ingin mengerjai saya. Dan kembali saya menjadi bahan tertawaan mereka.

Hingga kemudian pada tahun 1993 kami lulus SMA, dan saya pindah ke Jakarta untuk melanjutkan kuliah. Setelah saya pindah ke Jakarta, otomatis saya tidak pernah lagi ada kontak dengan teman-teman saya didaerah, tepatnya kota Salatiga, sebuah kota kecil di jawa tengah. Saya pun tidak mengetahui dimana dan bagaimana kabar si A, gadis yang pernah saya sukai waktu SMA tersebut. Namun setelah belasan tahun berlalu saya masih teringat sosok dia. Segala macam cara saya lakukan untuk mencari tahu keberadaan dia, hanya sekedar untuk tahu bagaimana kabar dia sekarang. Bertahun-tahun saya selalu mencari informasi tentang keberadaan dia dengan segala macam cara termasuk dengan memanfaatkan sarana situs jejaring social Facebook. Namun hasilnya nihil. Hingga kemudian sebulan yang lalu saya mendapat informasi tentang keberadaan dia dari situs resmi sekolah saya dulu waktu SMA. Berbekal alamat email dia yang saya dapatkan, saya mencari profil dia di Facebook  berdasarkan alamat email tersebut, dan ternyata memang ketemu. Saya menemukan sosok dia di Facebook.

Namun saya terkejut saat melihat foto diprofil dia tersebut, karena sangat berbeda dengan dia yang dulu saya kenal. Mulanya saya ragu, namun karena ingin memastikan benar tidaknya itu adalah dia, saya memutuskan untuk mengirim pesan kepadanya. Dan sehari kemudian saya mendapat balasan dan dia mengatakan bahwa benar, dia adalah teman SMA saya dulu yang pernah saya sukai. Begitu dia memberi kepastian bahwa benar itu adalah dirinya, saya langsung menangis didepan computer saya. Saya meneteskan air mata begitu melihat sosok dia sekarang. Sangat jauh berbeda sekali dengan dia yang dulu saya kenal. Dia yang dulu adalah seorang gadis yang cantik, putih, centil dan segar penampilannya sekarang terlihat, Arghhh…… saya berat untuk menggambarkannya. Dan yang lebih membuat saya shock, ternyata sosok dia sudah sangat sering saya lihat di Facebook setiap saya mengetikkan nama dia dikategori pencarian. Bertahun-tahun saya selalu melihat sosok dia, namun saya tidak menyangka itu adalah dia karena sosoknya sungguh-sungguh sangat berbeda dan saya selalu mencari dia dengan mengetikkan nama panggilan dia, sementara dia ternyata memakai nama panjang dia diakun Facebook.

Sampai beberapa hari kemudian saya masih merasa terharu dan kadang-kadang masih meneteskan air mata melihat sosok dia sekarang. Dia yang dulu saya kenal sebagai gadis yang cantik sekarang telah berubah menjadi sosok wanita yang saya sendiri bahkan hampir tidak mengenalinya lagi. Cinta monyet yang dulu sering menjadi bahan tertawaan dia dan teman-temannya, cinta monyet yang dulu sering dipermalukan didepan banyak orang, ternyata masih merindukan sosok dia yang dulu. Walaupun saya dulu sering ditertawakan dan dipermalukan didepan banyak orang, namun ada kalanya saya merindukan sosok dia yang dulu, yang cantik, centil dan selalu berpenampilan segar.

Sejak kami bertemu didunia maya, sekarang kami sering chatting dan mengenang kembali jaman-jaman SMA dulu dimana kita dulu masih begitu bandel dan egois. Apa yang dulu merupakan pengalaman yang memalukan dan menyakitkan sekarang menjadi hal yang lucu untuk kami bicarakan. Sekarang kami sering ledek-ledekkan didunia maya membicarakan masa-masa SMA kami dulu. Kami sering berkata, “lucu ya kalo diinget-inget lagi kayak apa kita dulu waktu SMA.”

Ya… Betapa waktu ternyata bisa merubah seseorang. Seseorang yang dulu sangat kita kagumi dengan sosoknya yang begitu indah, ternyata bisa berubah hingga kita sendiri seakan tidak percaya melihatnya. Sampai saya menulis artikel ini, saya masih merasa sedikit terharu dengan perubahan yang terjadi pada diri dia. Walaupun sudah 16 tahun waktu berlalu, ternyata saya kadang masih merindukan sosok dia yang dulu, yang begitu cantik, centil dan segar, walaupun sosok itulah yang dulu sering mentertawakan saya dan mempermalukan saya bersama teman-temannya. Waktu memang menyimpan segala misteri yang kita sendiri tidak sanggup melawannya, yang bahkan sanggup merubah seseorang menjadi begitu berbeda dengan yang kita kenal dulu.

“Betapa waktu bisa merubah seseorang………”

Iklan