holdinghandsBaru saja aku terlelap dari tidurku, tapi kehadirannya tetap aja nggak bisa pergi dari aku. Waktu serasa lama banget untuk bertemu dia lagi. Ada kebahagiaan yang sungguh luar biasa yang aku rasakan bila aku bisa melihat senyumnya dan merasakan kehadirannya di dekatku, kebahagian itu terlalu berharga, sehingga sangat berharganya sampai nggak bisa dinilai.

Entah apakah yang sekarang ini sedang ku alami, setelah beberapa minggu aku belum sama sekali bertemu dengan ia. Pada akhirnya juga berdampak pada kondisi emosional dan psikologisku. Setiap hal aku lakukan, serasa sebuah tekanan yang sewaktu-waktu bisa meyulut temperamental egoku. Aku juga nggak ingin hal itu terjadi. Tapi juga aku pasti nggak akan bisa berbuat banyak untuk menahan semua itu. Entah sampai berapa lama lagi aku harus bersabar, agar aku ini bisa bertemu lagi dengan ia, someone else what I love to do. Like as gift and corses, no I wish belong on my dark. It’s offer you still aways compare my sadness. Take look in the mirror to see my face, but no one know me, just take away and they’re avoid my side. Life must go on. I will I can do, solved my condition today. If I could beginning the belogs day.

Detik yang melangkah, menit yang berganti, jam yang berputar, hari yang semakin sunyi, minggu yang selalu menunggu, bulan yang tak pernah jenuh untuk ku nantikan, tahun-tahun yang menjadi saksi bahwa aku telah tertegun. Tertegun untuk menunggu apapun yang tak pernah ku tahu dan menanti segala yang tak pernah ku dapati. Hingga tak ada jiwa yang mengerti.

Aku ingin tenang dalam kedamaian hati. Tak ada siapapun yang mengusik bekunya hatiku. Ia akan tetap terjaga tanpa ada satupun jiwa yang mengganggu ketenangan itu. Sampai jiwa yang selalu ku harapkan hadir, akan dating dan mengisi kekosongannya.

Kejujuran adalah sampul pertama pada buku kebijaksanaan. Dan buku kebijaksanaan itu adalah lukisan-lukisan tentang kehidupan. Jadi siapapun manusia yang membacanya, ia mutlak untuk membaca dan memahami kejujuran itu. Agaknya sesuatu yang sulit buat menemukan seseorang yang bisa benar-benar jujur, karena aku sendiri pun merasa belum menjadi seorang yg jujur seutuhnya. Ternyata moralitas, intelektual dan derajat spiritualitas belum bisa banyak menjamin mengenai penerapan kejujuran itu sendiri. Apa yang kita lihat sempurna belum pasti seindah presepsi kita tentang sesuatu hal indah tanpa cacat dan kekurangan sedikit pun. Seperti apakah relasi-relasi antara kejujuran dan kehidupan, sebarapa besar nilai timbal balik yang mampu di hasilkan keduanya.

Iklan