Kalau anda berpikir bahwa cinta bisa hadir karena kebersamaan dan keakraban, maka tidak ada yang salah dengan ini. Orangtua saya mengalaminya.

Tapi bila anda percaya cinta kadang tidak bisa tumbuh hanya gara-gara tidur seranjang dan hidup seatap, inipun benar. Saya punya bukti otentiknya.

Terkisahlah seorang gadis yang mengejar cinta lelaki dengan tingkat keagresivitasan diatas nilai rata-rata. Mencoba menarik hati seorang perjaka. Dengan kegigihan yang lumayan, akhirnya siperjaka pun jatuh dalam pelukan. Bukan benar-benar pelukan sebenarnya, karena si perjaka ternyata hanya menginginkan wanita dari segi materi, saat itu si gadis awal bekerja di jakarta dan merasa gajinya bisa dibanggakan.

Karena berjauhan, maka si gadispun memilih pindah domisili dan resign dari tempat kerjanya yang lama. Akhirnya, si gadis bisa berdekatan dengan si perjaka, dengan catatan: nganggur.

Setelah berada dilokasi dekat, tampaklah si perjaka mengurangi intensitas bertemu, jangankan ngapel. Mainpun wajah dan ronanya tak secerah dahulu. Apakah ini pertanda cinta mulai hilang bersama status sosial si wanita yang muali jadi pengangguran?

Walau begitu si gadis tak habis akal guna memikat hati sang perjaka sampai-sampai jam ngapel berubah. Tiap malam minggu menjadi ajang emansipasi wanita, gadis ngapel ke rumah perjaka. Hanya membutuhkan menginap dipihak sang perjaka, akhirnya selang beberapa minggu kemudian, terjadilah lamaran.

Sebelum menikah, si gadis sempat beberapa kali bertanya pada saya, tentang keraguannya terhadap calon suaminya tersebut. dan kalau aku melihat dari gerak tubuhnya memang, sepertinya terlalu timpang antara rasa yang dimiliki gadis dengan rasa yang dimiliki perjaka.
hal tersebut bertambah kuat ketika mau lamaran, si gadis meminjam sejumlah uang untuk beli mas kawin. ha??? Mas kawin, harus dia juga yang kasih? pinjam ke orang pula? terlaluuuuu!!!

Sudah saya sarankan agar dipikir lagi, mau berumah tangga dengan si perjaka atau tidak. Tapi jawabnya adalah, taun  ini harus menikah, sebelum diduluin adiknya. Lalu kenapa dengan didahului??

Beberapa waktu kemudian jadilah si gadis dan perjaka menikah di kampung halaman si gadis. Setelah selesai acara akhirnya si gadis dan perjaka kembali ke kota. Dan tak lupa yang diceritakan si gadis adalah, si perjaka(suaminya) yang sudah tidak mau menyentuh dirinya serta yang selalu murung dan tak ada gairah..ha? *apakah ini pertanda intuisiku benar?*
Awalnya aku cukup mendengarkan saja, tapi lama-lama gatel juga kuping ini setiap saat dia bertutur hal yang sama. Suaminya ga ada cuti langsung masuk kerja , padahal saat itu, saya tau suaminya baru saja di PHK. dan tidak  bekerja.

Setiap hari kehidupan rumah tangga berjalan seperti ini terus. Suami pergi pagi-pagi buta pulang jam setengah 12 malam. Tak pernah ngobrol satu sama lain.
Lebih mesra tom n jerry deh klo mau dibandingin.
Kira-kira logis enggak itu klo dipikir? pengantin baru yang kalau dirunut pastinya baru hot-hotnya kok nggak mau mesra-mesraan sama istri. Dan parahnya dia nganggur. hidup dirumah mertua pula.

Setelah hamil, si gadis mungkin tak tahan juga. Setiap kontrol yang nganter bapaknya terus. Tak ada itikad yang lebih baik, untuk tambah sayang ataupun berubah hatinya. Nggrundel-lah dia sama bapaknya itu. Tak berapa lama, si perjaka pulang kerumah orangtuanya, dan pisah rumah hampir sebulan. Dasar si gadis ini masih cinta, besoknya ia sama bapaknya minta agar kembali bersama, paling enggak sampai si jabang bayi lahir.

Walaupun perut mebesar, ternyata si perjaka ini juga masih dingin dan tak ada romantisnya, kecuali klo bekerja mereka boncengan itu saja. ( sudah medapatkan pekerjaan dua-duanya)

Yang paling miris, saat hamil besar, si gadis ini belanja sendirian tanpa ditemani suami. Dan pas saat belanja itulah ketemu di mall. Tak sengaja, berpapasan, dan payahnya lagi, suami tersebut cuman melengos dan ga mau kenal. OMG!!! Aku baru sekali melihat orang yang hatinya sekeras batu!!

Dengan menghiba, si gadis minta agar diantar sampai rumah, dan membantu membawa barang belanjaan. Dan disepakati. Apa yang terjadi saudara-saudara??

Sepulang anter sampai rumah suami tersebut langsung tancap gas sambil nggleyer-nggleyer gitu! Minggat lagi..

Dan, kini nasib si gadis menderita bathin karena cinta tak kunjung hadir meski anaknya sudah setaun lebih umurnya.
moral cerita:

cinta tak bisa dipaksakan. halah!

Tapi betul..ndilalahe, si gadis ini tak punya sesuatu yang spesial, maksud saya begini: memang wajah gadis ini gak tergolong jelak sih, lumayanlah..cuman dalam setiap pembicaraan, arahnya hanya materi dan memanfaatkan orang. selain itu, dia tak memiliki sense of humor sama sekali,sosialnya gak ada,egois  setiap hari cemberut saja. jadi mungkin si suami juga bingung. pulang-pulang liatnya kayak gituan. hahahaha..enggak cantik, nggak menarik lagi *dilempar botol*

dan akhir kata, sebenarnya mereka mungkin sepakat, sepakat dalam hal kecewa terhadap satu sama lain. wong yang lelaki juga kelewatan kok..sampe mas kawin saja ndak kethep kok mau kawin juga! udah gitu ternyata hutangnya juga numpuk yang nyicilin dan ngasih uang bensin dan motor juga mertua-nya. halah..halah..

Iklan