Jika hidup tak lebih dari serangkaian drama yang di satu babak membuatmu tertawa namun pada sebuah babak yang lain ia memaksamu tersungkur menangisi kekalahan, coba ceritakan padaku: apa rasanya memeluk mimpimu dalam diam kemudian membiarkannya mati perlahan?
Bre, apa kabarmu sekarang?

Jika hidup tak lebih dari serangkaian drama seperti katamu, maka anggaplah kabarku juga tak lebih dari sebuah tuntutan untuk berperan seperti orang yang berbahagia.

Apa dariku yang tidak dilihat oleh orang lain sebagai seseorang yang pantas berbahagia? Segalanya berjalan dengan sangat baik seolah dewi fortuna ketagihan setelah kucumbu dan rela memberikan apa saja demi kenikmatan yang tabu itu. Mengingatkan pada kisah kita dulu? Haha..

Ya setelah kejadian yang kacau waktu itu aku memang sempat terseok-seok mengumpulkan bagian-bagian diriku yang sebelumnya kugadaikan pada waktu untuk mendapatkan dirimu. Tidak mudah memang memintanya pada masa lalu, tapi kujanjikan padanya jika aku tidak bisa menjadi seseorang yang lebih baik di masa depan maka aku rela lebur bersamanya. Hilang.

Dan disinilah aku sekarang, dalam hidup yang bahagia seperti yang diucapkan orang-orang, merelakan sebuah kehilangan.

Iklan