Nonton King dan Garuda di dadaku pada 2 hari yang berurutan, seperti merasa dejavu. Jalan cerita dan tokoh2nya banyak yang mirip, hanya beda di bidang olahraga. GDD dengan sepakbolanya, sedangkan King mengangkat olahraga bulutangkis. Karena jalan ceritanya mirip, jadi judulnya saya gabungkan saja, Jayus ya. Kraukk.

Garis besar ceritanya adalah seorang anak yang sangat menyukai suatu olahraga, dan berusaha meraih impiannya untuk menjadi olahragawan nasional. Dalam usahanya itu, anak tersebut mendapat dukungan penuh dari sahabatnya yang merangkap sebagai pelatih/manajer. Kemudian mereka berkenalan dengan seorang gadis kecil yang manis yang turut mendukung. Bakat anak itu tercium oleh seorang pelatih klub. Ia lalu berlatih dibawah bimbingan pelatih tersebut. Di klub, anak tersebut mendapat rival seorang anak yang kaya dan angkuh.

Halangan terbesar justru muncul dari orangtua dari si anak, yang satu terlalu memaksakan dan yang satu terlalu melarang. Namun akhirnya, si anak lolos seleksi dan menjadi pemain nasional. diakhir cerita kedua film itu menampilkan scene orang2 yang sedang menyanyikan lagu yang nasionalis.

Yah begitulah, kurang lebih inti cerita dari 2 film itu seperti itu. Hanya beda di olahraga sepakbola dan bulutangkis. kok bisa ya, jalan ceritanya mirip begitu. Mosok contek2 an? Klopun iya, seharusnya ngga ditayangkan barengan gitu donks.

Namun walaupun kedua film ini kurang lebih sama, saya lebih cenderung menyukai GDD daripada king. Lebih lucu dan lebih emosional, lebih berkesan. *halah*. Salah satu sebabnya adalah karena saya lebih menyukai sepakbola daripada bulu tangkis. Walaupun di film GDD, yang lebih sering disebut adalah liverpool dan arsenal, bukan chelsea atau juventus, tidak apa apa.

King mempunyai keunggulan pada lokasinya yang sering menampilkan pemandangan yang asyuu apik banget.. apalagi pas ada kumpulan menjangan berlarian. Namun pada film king ini tidak ada pertandingan yang benar2 klimaks. Seingatku dia kalah deh pas pertandingan seleksi, kok bisa lolos. Oiya, gadis kecil di film king lebih kelihatan cantik daripada gadis kecil di GDD yang tampil dekil, lagipula dia sering pake hotpants. whatever lah.

Harapan yang terlalu tinggi mungkin, namun semoga kedua film ini dapat memacu semangat putra-putri indonesia untuk lebih berprestasi pada cabang bulutangkis yang akhir2 ini sedang surut, atau pada cabang sepakbola yang lebih surut lagi. 2 cabang olahraga yang paling populer di negeri ini.

Iklan