<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Hanyanulis&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://hanyanulis.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hanyanulis.wordpress.com</link>
	<description>whatever lah, life must go on. find some perfect …</description>
	<lastBuildDate>Sat, 19 Mar 2011 11:22:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='hanyanulis.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/016530983882f51fca21ca4d797e752c?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Hanyanulis&#039;s Blog</title>
		<link>http://hanyanulis.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://hanyanulis.wordpress.com/osd.xml" title="Hanyanulis&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://hanyanulis.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Menjalani Pilihan</title>
		<link>http://hanyanulis.wordpress.com/2010/12/26/menjalani-pilihan/</link>
		<comments>http://hanyanulis.wordpress.com/2010/12/26/menjalani-pilihan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Dec 2010 09:05:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanyanulis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berfikir doank]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanyanulis.wordpress.com/?p=675</guid>
		<description><![CDATA[Saya baru saja berdiskusi dengan seorang teman. Teman saya ini meyakini bahwa sikap hidup positif itu adalah segalanya dalam kehidupan ini. Bahwa bagaimana kita melihat gelas setengah penuh bukan setengah kosong adalah lebih penting daripada kenyataan sebenarnya bahwa gelas itu setengah penuh atau setengah kosong. Dalam perjalanan kehidupan kita diwarnai banyak perasaan yang berselang-seling antara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanyanulis.wordpress.com&amp;blog=8724470&amp;post=675&amp;subd=hanyanulis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong><br />
</strong></span></span></p>
<p>Saya baru saja berdiskusi dengan seorang teman. Teman saya ini meyakini bahwa sikap hidup positif itu adalah segalanya dalam kehidupan ini. Bahwa bagaimana kita melihat gelas setengah penuh bukan setengah kosong adalah lebih penting daripada kenyataan sebenarnya bahwa gelas itu setengah penuh atau setengah kosong.</p>
<p>Dalam perjalanan kehidupan kita diwarnai banyak perasaan yang berselang-seling antara rasa bahagia, sedih, marah, &#8216;mood&#8217; yang jelek, &#8216;sumpek&#8217;, bingung, &#8216;judek&#8217; &#8211; kata orang pikiran penat karena tekanan pekerjaan serta rasa-rasa lain. Sesuatu yang kadang membuat kita menjadi semangat melakukan sesuatu, berjalan kencang. Namun kadang harus berhenti karena malas atau putus asa untuk melakukannya.</p>
<p>Saya setuju sekali bahwa sikap positif itu penting. Dan sikap positif itu akan membuat kita menjadi kuat. Tapi yang lebih penting sebetulnya adalah perubahan positif. Saya kira perubahan positif lebih penting daripada sikap positif. Karena kalau kita tidak berubah hanya mempunyai sikap yang positif maka dalam kehidupan kita juga tidak akan pernah terjadi perubahan yang signifikan.<span id="more-675"></span></p>
<p><em>Tapi inilah perubahan yang harus kita terima, karena dalam kehidupan selalu terjadi perubahan. Hidup ini lebih &#8216;fragile&#8217;, tidak pasti, semuanya bisa terjadi. Segalanya mungkin terjadi, dan semuanya saling berkaitan, maka kita harus siap menghadapi apapun yang ada di dalam kehidupan kita.Banyak hal tidak dapat lagi kita gantikan atau tidak dapat kita atasi karena itu adalah kejadian alam yang memang di luar kekuasaan kita. Maka kita sendiri yang harus men-adjust atau menyesuaikan diri menghadapi semua perubahan yang terjadi itu.</em></p>
<p>Ketika kita masih kecil, kita selalu berharap, &#8220;Kalau saja nanti saya SMP/SMA waduh saya bisa naik sepeda/sepeda motor sendiri. Sekolah alangkah nikmatnya.&#8221; Ketika sudah SMP/SMA kita berpikir, &#8220;Kalau aku jadi mahasiswa, pasti keren. Bisa pacaran.&#8221; Maka kita mengharap dan mengharap dan mengharap jadi mahasiswa.</p>
<p>Ketika kita diterima di universitas, kita senang. Begitu jadi mahasiswa kita berpikir, &#8220;Kapan ya kita lulus. Setelah diwisuda aku bisa bekerja.&#8221; Maka kita terus berpikir seperti itu. Terus mengharapkan wisuda. Setelah lulus kuliah diterima bekerja.</p>
<p>Tanpa terasa waktu berjalan. Tiba-tiba kita sudah sampai pada ujung kehidupan. Kita sudah menjadi tua renta dan pensiun. Dan kita tiba-tiba sadar, karena kita belum pernah benar-benar hidup.</p>
<p>Dalam kehidupan kita, ada kata hidup dalam kata kehidupan itu. Maka kita sebenarnya bukan berkeinginan untuk mencapai titik ujung kehidupan. Karena di titik ujung yang paling sana adalah kuburan. Sedang di titik ujung sebelah sini adalah kelahiran. Dari saat kita lahir sampai kita meninggal ada kehidupan.</p>
<p><em>Kadang-kadang kita perlu berdiam sejenak untuk merenungkan kembali prioritas hidup kita. Kita tidak mungkin berharap semuanya baik. Semuanya sempurna. Karena hidup ini adalah merupakan sebuah pilihan.</em></p>
<p><em>Kita tidak bisa menginginkan semuanya menjadi bagus untuk kehidupan kita. Ada yang bagus di sisi sana, kurang bagus di sisi sini. Selalu ada yang dikorbankan.</em> Ketika segala sesuatunya menjadi tidak masuk akal dan kita merasa tertekan.Ketika kita pikir bahwa kita sudah mencoba segalanya dan tidak tau hendak berbuat apa lagi. <strong>Tuhan punya jawabannya. Tuhan Tahu. semua ada waktunya. semua indah pada waktunya. Tuhan takkan terlambat. juga takkan lebih cepat.</strong></p>
<p><em>Yang jagoan itu bukan yang menang. Yang kuat itu bukan yang gak nangis. Yang hebat itu bukan yang bisa apa-apa sendirian. Yang jagoan, yang kuat, dan yang hebat itu adalah yang bisa ikhlas.</em></p>
<p>Dan sebagai penutup postingan kali ini, saya ingin menyertakan quote yang bagus ini.</p>
<blockquote><p><strong>Dan Ingatlah : Serahkanlah kuatirmu pada Tuhan, maka Ia akan memelihara engkau. Tidak untuk selama-lamanya dibiarkanNya orang sabar itu goyah.</strong></p></blockquote>
<div id="attachment_676" class="wp-caption aligncenter" style="width: 383px"><a href="http://hanyanulis.files.wordpress.com/2010/12/menjalani-pilihan.png"><img class="size-full wp-image-676" title="menjalani pilihan" src="http://hanyanulis.files.wordpress.com/2010/12/menjalani-pilihan.png?w=373&#038;h=492" alt="" width="373" height="492" /></a><p class="wp-caption-text">Menjalani Pilihan</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hanyanulis.wordpress.com/675/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hanyanulis.wordpress.com/675/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hanyanulis.wordpress.com/675/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hanyanulis.wordpress.com/675/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hanyanulis.wordpress.com/675/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hanyanulis.wordpress.com/675/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hanyanulis.wordpress.com/675/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hanyanulis.wordpress.com/675/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hanyanulis.wordpress.com/675/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hanyanulis.wordpress.com/675/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hanyanulis.wordpress.com/675/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hanyanulis.wordpress.com/675/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hanyanulis.wordpress.com/675/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hanyanulis.wordpress.com/675/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanyanulis.wordpress.com&amp;blog=8724470&amp;post=675&amp;subd=hanyanulis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanyanulis.wordpress.com/2010/12/26/menjalani-pilihan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>46</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dc3f4cc3d401c268451036284572e815?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanyanulis</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hanyanulis.files.wordpress.com/2010/12/menjalani-pilihan.png" medium="image">
			<media:title type="html">menjalani pilihan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keikhlasan hidup</title>
		<link>http://hanyanulis.wordpress.com/2010/12/20/keikhlasan-hidup/</link>
		<comments>http://hanyanulis.wordpress.com/2010/12/20/keikhlasan-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Dec 2010 03:44:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanyanulis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berfikir doank]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanyanulis.wordpress.com/?p=672</guid>
		<description><![CDATA[﻿﻿ Suatu ketika dosen saya  pernah bercerita ringan untuk momotivasi, katanya ada seseorang yang datang kepada dalai lama dan menanyakan, &#8220;pak dalai lama apakah yang menjadi rahasia dari kebahagiaan itu ?&#8221; maka jawabannya menjadi sangat singkat. Dalai lama bilang, &#8220;makanlah dengan nikmat, tidurlah dengan nyenyak.&#8221; menurut saya begitu sederhananya kata-kata ini &#8211; &#8216;makanlah dengan enak, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanyanulis.wordpress.com&amp;blog=8724470&amp;post=672&amp;subd=hanyanulis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>﻿﻿</p>
<p>Suatu ketika dosen saya  pernah bercerita ringan untuk momotivasi, katanya ada seseorang yang datang kepada dalai lama dan menanyakan, &#8220;pak dalai lama apakah yang menjadi rahasia dari kebahagiaan itu ?&#8221; maka jawabannya menjadi sangat singkat. Dalai lama bilang, &#8220;makanlah dengan nikmat, tidurlah dengan nyenyak.&#8221;</p>
<p>menurut saya begitu sederhananya kata-kata ini &#8211; &#8216;makanlah dengan enak, tidurlah dengan nyenyak&#8217; &#8211; namun ternyata tidak sesederhana perwujudannya. Apakah demikian sulit sehingga yang sederhana ini tidak bisa diwujudkan ? Apakah kita &#8211; khususnya yang hidup di kota &#8211; begitu &#8216;complicated&#8217; ? Begitu susahkah hidup ini ? Begitu penuh perjuangan-kah ? Atau begitu banyak persaingan ? Sehingga susah untuk dapat menikmati hal yang serderhana ini &#8211; makan yang enak dan tidur yang nyenyak ?</p>
<p>Namun di sisi lain kalo saya lebih menyadarinya lagi bahwa kebaikan diri kita adalah kunci menjaga diri dengan kedamaian kita sendiri. Bagaimana kita belajar melepaskan harapan kita akan balasan dari orang lain ketika kita melakukan kebaikan-kebaikan untuk orang lain atau ketika kita menolong orang lain. Kata dalai lama, &#8220;kamu berbuat baik lalu buanglah ke dalam sumur.&#8221; maksudnya setelah kita berbuat baik, lupakan kebaikan itu. Dan jangan mengharapkan balasan.</p>
<p>Hati kita harus bisa menjadi “kaya” dengan tidak terlalu mengharap. Karena keikhlasan kita pada kehidupan ini yang akan membuat kita lebih dekat pada keheningan dan kebahagiaan yang benar-benar dapat kita rasakan pada kehidupan ini.</p>
<p>Tentunya saya yakin setiap orang selalu punya ambisi, selalu punya kemauan, selalu punya perasaan yang keras tentang penyesalan, tentang kemarahan, tentang kekecawaan. Hal tersebut wajar. Rasakanlah kemarahan itu, rasakan kekecewaan itu<strong><em>. Tapi ada juga waktu untuk belajar melepaskan sesuatu. Melepaskan semua perasaan yang terlalu membelenggu kita dengan belajar menikmati kehidupan dengan hanya berbuat kebaikan.<br />
</em></strong><br />
Tidurlah yang nyenyak, makanlah yang nikmat. Dan nikmatilah hari demi hari penuh dengan kedamaian kita sendiri.<span id="more-672"></span></p>
<p><strong><em>Dan faktor yang juga penting adalah kita bisa banyak berbagi kepada orang lain. Dasar dari berbagi ini adalah saling mengisi.  Kegiatan ini membuat kita menjadi lebih kaya informasi, lebih pandai, tanpa kita sendiri menjadi rugi atau dirugikan.</em></strong></p>
<p>Begini analoginya, kalau anda punya uang 1 lembar 100 ribuan dan saya punya uang 10 lembar 10 ribuan, jadi nilai keduanya juga sama 100 ribu. Lalu anda tukar uang anda dengan saya, maka saya sekarang mempunyai 1 lembar 100 ribuan dan anda punya 10 lembar 10 ribuan. Tapi nilainya tetap sama, anda tetap punya uang 100 ribu dan saya tetap punya uang 100 ribu juga.</p>
<p>Tapi kalau anda punya 1 ide yang menarik, saya juga punya 1 ide yang menarik dan kita saling tukar ide, maka anda sekarang mempunyai 2 ide. Saya juga mempunyai 2 ide. Nah ini yang menarik tentang pengetahuan, informasi, atau ide. Karena saling tukar ide ini kita akan menjadi lebih kaya ide, karena kalau kita memberikan ide kita, berapa kali sekalipun, tetap kita masih memilikinya.</p>
<p>Sewaktu kuliah dulu sering teman2 saya minta materi kuliah yang saua punya . Contoh2 tugas  maupun bahan pekerjaan dari apa yang  saya kerjakan  . Juga banyak orang yang sering minta ide atau tanya-tanya ke saya. Saya juga banyak mengirim file-file pembelajaran atau sekedar tutorial sederhana yang saya buat hanya untuk sekedar share apa yang saya bisa kepada orang lain.</p>
<p>Melihat ini sering teman lain bertanya, &#8220;her, ilmu maupun pengetahuan2 itu diberikan ke orang-orang apa kamu tidak rugi ? Saya bilang, &#8220;tidak.&#8221; karena yang saya berikan itu tetap saya miliki dan tak berkurang sedikitpun. Selain itu hal ini membuat orang lain semakin mau juga berbagi dengan saya. Sehingga saya merasa selalu menjadi lebih kaya. Cara inilah yang baik dalam memberi sesuatu dan menerima sesuatu. Dan satu hal yang paling yang pernah saya pelajari dari guru saya “ jangan pernah mengkomersilkan ilmu, bagilah ilmu itu kepada banyak orang lain, agar tuhan semakin membuat kita lebih banyak belajar”.</p>
<p><strong><em>Jangan pernah membayangkan hidup kita masa depan yang masih lima belas tahun ke depan. Tetapi cobalah untuk memberikan yang maksimal untuk menghasilkan yang terbaik hanya pada hari ini saja. Begitu pula hari esok, minggu depan dan tahun depan.</em></strong></p>
<p>Dan saya jadi keinget satu quote dari martin luther king yang juga menjadi quote favorit saya “jika kau tidak bisa terbang berlarilah, jika kau tidak bisa berlari, berjalanlah, jika kau tidak bisa berjalan, merangkaklah, bagaimanapun juga teruslah bergerak”. Yah, kehidupan itu terus dan harus bergerak, keep moving on till we die…</p>
<p><em>Yah, pada akhirnya saya hanya menyimpulkan kalo kehidupan adalah sebuah keseimbangan antara kenikmatan dan penderitaan, inilah yang memperkaya kazanah kehidupan kita. Selamat menghargai kesengsaraan anda, karena disanalah akan anda temui kenikmatan yang lebih.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_673" class="wp-caption aligncenter" style="width: 520px"><a href="http://hanyanulis.files.wordpress.com/2010/12/5.jpg"><img class="size-full wp-image-673" title="Flusslauf in der Wiese in Bayern, Deutschland (River running through meadow in Bavaria, Germany)" src="http://hanyanulis.files.wordpress.com/2010/12/5.jpg?w=510&#038;h=319" alt="" width="510" height="319" /></a><p class="wp-caption-text">Keikhlasan hidup </p></div>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hanyanulis.wordpress.com/672/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hanyanulis.wordpress.com/672/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hanyanulis.wordpress.com/672/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hanyanulis.wordpress.com/672/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hanyanulis.wordpress.com/672/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hanyanulis.wordpress.com/672/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hanyanulis.wordpress.com/672/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hanyanulis.wordpress.com/672/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hanyanulis.wordpress.com/672/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hanyanulis.wordpress.com/672/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hanyanulis.wordpress.com/672/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hanyanulis.wordpress.com/672/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hanyanulis.wordpress.com/672/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hanyanulis.wordpress.com/672/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanyanulis.wordpress.com&amp;blog=8724470&amp;post=672&amp;subd=hanyanulis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanyanulis.wordpress.com/2010/12/20/keikhlasan-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>38</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dc3f4cc3d401c268451036284572e815?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanyanulis</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hanyanulis.files.wordpress.com/2010/12/5.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Flusslauf in der Wiese in Bayern, Deutschland (River running through meadow in Bavaria, Germany)</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Siklus</title>
		<link>http://hanyanulis.wordpress.com/2010/11/27/siklus/</link>
		<comments>http://hanyanulis.wordpress.com/2010/11/27/siklus/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Nov 2010 02:20:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanyanulis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jalan2]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanyanulis.wordpress.com/?p=664</guid>
		<description><![CDATA[Hari selasa lalu saya bertemu seorang teman Setelah berkali-kali janjian dan selalu batal, akhirnya kami bertemu juga akhirnya. Teman saya ini adalah seorang pebisnis enterpreneur sukses, setidaknya dimata saya. Selain menjaga silaturrahmi, saya memang membawa misi bertemu dengannya. Untuk berguru. Saya secara khusus ingin menggali ilmu darinya. Berbagai topik kita diskusikan. Tema diskusi lebih ke [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanyanulis.wordpress.com&amp;blog=8724470&amp;post=664&amp;subd=hanyanulis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari selasa lalu saya bertemu seorang teman Setelah berkali-kali janjian dan selalu batal, akhirnya kami bertemu juga akhirnya. Teman saya ini adalah seorang pebisnis enterpreneur sukses, setidaknya dimata saya. Selain menjaga silaturrahmi, saya memang membawa misi bertemu dengannya. Untuk berguru. Saya secara khusus ingin menggali ilmu darinya.<span id="more-664"></span></p>
<p>Berbagai topik kita diskusikan. Tema diskusi lebih ke arah bisnis maupun pekerjaan. Menertawai kesulitan masing-masing, meski dengan skala yang berbeda. Ternyata meskipun tidak ber impact langsung, krisis global yang terjadi belakangan ini ikut mempengaruhi usaha  masing-masing. Minimal, impact-nya adalah menurunnya kesempatan pekerjaan, dibatalkannya beberapa proyek yang awalnya berpotensi diraih, belum jelasnya estimasi pekerjaan ditahun depan, dan yang paling jelas, banyak sekali tagihan yang telat dibayar oleh client bahkan sampai berbulan-bulan karena (mungkin) mereka sendiri mengalami permasalahan yang sama.</p>
<p>Disalah satu topik pembicaraan, rekan saya ini berkata :</p>
<p>“Bisnis itu punya siklus Her. Terutama diawal-awal bergeraknya. Goncangan besar Pertama biasanya hadir ketika perusahaan tersebut memasuki umur 2 tahun jalan. Biasanya 2 tahun itu targetnya adalah survive. Dari situ normatifnya hanya 10%-an yang mampu  bertahan, dan sisanya kolaps. Bagi yang berhasil mereka akan masuk ke fasa growing up.”<br />
”Goncangan berikutnya akan hadir ketika usaha mulai memasuki umur ke 5. Sama halnya dengan yang tadi, normatifnya hanya 10% yang mampu bertahan. Mereka yang bertahan akan memasuki fasa firming. Then, ketika perusahaan memasuki tahun ke 10, hal yang sama kembali terjadi. Dan yang lolos setelah mengalami ujian inilah yang akhirnya benar-benar menjadi sebuah perusahaan yang establish, meski gocangan berikutnya akan selalu ada…”.</p>
<p>Saya jadi ingat omongan salah satu guru yang lain ketika beberapa teman terlibat dalam membangun dan menjalankan sebuah Usaha. Persis sama. Beliau bicara kepada kami ketika usaha tersebut memasuki umur 2 tahun pasti mengalami hal yang serupa.</p>
<p>Seorang guru yang lain juga pernah berbicara tentang Golden Age, siklus hidup manusia, titik dimana keputusan penting harus diambil, dan itu menentukan siapa kita dimasa berikutnya.<br />
Kakak saya dibeberapa kesempatan juga bercerita tentang siklus hidup terkait masalah pubertas. Bercerita kenapa banyak rumah tangga goyang ketika baik si istri maupun suami  tiba-tiba memasuki masa “ganjen”nya, menjadi genit, ketika memasuki umur antara 32an tahun atau 40an tahun, sama halnya kenapa remaja diumur 17an tahun menjadi semakin ingin mengenal lawan jenis, atau ketika memasuki umur 25 tahun memiliki kecenderungan untuk firming relationship.</p>
<p>Hal yang sama ketika dia dan saya berdebat tentang “life begin from 40 years“. Ketika dia mencoba memberikan data-data ilmiah tentang siklus IES (Intelectual, Emotional &amp; Spiritual) manusia. Menjelaskan kenapa anak balita diumur tertentu perlu diperhatikan karena itu adalah masa pertumbuhan terbaiknya, menjelaskan bahwa umur 25an tahun adalah titik puncak kecerdasan intelektual manusia yang lalu setelah itu akan memiliki kecenderungan menurun, lalu diumur 30an emosional akan mulai pengambil peran, dan mengalami kematangannya di umur 40an tahun.<br />
<strong>Dari kesemua itu, ada 1 hal yang sama. Bahwa ada siklus dalam hidup manusia dan ciri ketika siklus itu tiba adalah hadirnya goncangan yang dahsyat.</strong><br />
<em>Paulo Coelho dalam buku The Alchemist, Hidetoshi Honda, Henry Ford, pernah bicara tentang sukses dan putus asa. Bahwasannya keberhasilan itu jaraknya hanya sejengkal dari titik dimana kita merasa ingin menyerah.</em><br />
So? Thats all just look like a number. But its depend on us to believe or not.</p>
<p><strong><em>Tiba-tiba teringat salah satu ayat dalam kitab suci ..</em></strong><br />
<strong><em> “Sesungguhnya, pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan-Nya) bagi kaum yang memikirkan.”</em></strong></p>
<p><a href="http://hanyanulis.files.wordpress.com/2010/11/abs1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-666" title="abs" src="http://hanyanulis.files.wordpress.com/2010/11/abs1.jpg?w=510&#038;h=382" alt="" width="510" height="382" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hanyanulis.wordpress.com/664/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hanyanulis.wordpress.com/664/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hanyanulis.wordpress.com/664/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hanyanulis.wordpress.com/664/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hanyanulis.wordpress.com/664/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hanyanulis.wordpress.com/664/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hanyanulis.wordpress.com/664/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hanyanulis.wordpress.com/664/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hanyanulis.wordpress.com/664/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hanyanulis.wordpress.com/664/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hanyanulis.wordpress.com/664/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hanyanulis.wordpress.com/664/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hanyanulis.wordpress.com/664/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hanyanulis.wordpress.com/664/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanyanulis.wordpress.com&amp;blog=8724470&amp;post=664&amp;subd=hanyanulis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanyanulis.wordpress.com/2010/11/27/siklus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dc3f4cc3d401c268451036284572e815?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanyanulis</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hanyanulis.files.wordpress.com/2010/11/abs1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">abs</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Compare A dan B</title>
		<link>http://hanyanulis.wordpress.com/2010/11/09/compare-a-dan-b/</link>
		<comments>http://hanyanulis.wordpress.com/2010/11/09/compare-a-dan-b/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Nov 2010 04:45:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanyanulis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berfikir doank]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanyanulis.wordpress.com/?p=659</guid>
		<description><![CDATA[Saya selalu yakin dan percaya bahwa setiap orang diciptakan dengan karakter berbeda2, tentunya dengan tujuan untuk saling melengkapi, sesuai dengan perannya. Tapi yg ingin saya ceritakan adalah bahwa peran2 itu gak selamanya saling melengkapi, tapi juga bisa saling menghancurkan. Saya dulu punya temen deket, sebut aja si A dan si B. Dengan si A, saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanyanulis.wordpress.com&amp;blog=8724470&amp;post=659&amp;subd=hanyanulis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya selalu yakin dan percaya bahwa setiap orang diciptakan dengan karakter berbeda2, tentunya dengan tujuan untuk saling melengkapi, sesuai dengan perannya. Tapi yg ingin saya ceritakan adalah bahwa peran2 itu gak selamanya saling melengkapi, tapi juga bisa saling menghancurkan.</p>
<p>Saya dulu punya temen deket, sebut aja si A dan si B.<span id="more-659"></span></p>
<p><strong>Dengan si A</strong>, saya seperti kutub yang sama, utara dgn utara, selatan dgn selatan. Karakter saya dan dia sama. Persis. Sama2 perasa, sensitif, keras kepala, pokoknya tipe yang lebih pake hati daripada otak. Malah awal kami dekat itu berbekal kata2 &#8220;kita kok sama banget ya, lo kayak cermin saya deh.&#8221;<br />
emang awalnya baik banget, sama2 saling mendapat dan menerima perhatian yg sama banyaknya, gak ada penyesuaian lama2 untuk deketnya, sama2 bisa ngomong apa aja yg ada di kepala karena saya dan dia cepet mengerti satu sama lain. Tiap yang satu kena masalah, gampang bgt yg satunya lagi buat mengerti dan ngedukung, karena tinggal bercermin aja ke diri sendiri. Lama2, kesamaan itu malah jadi bumerang. Apalagi ketika masalahnya bukan cuma saya against the world ato dia against the world, tapi saya against dia. Dari satu masalah ke masalah yang lain, gak pernah beres dengan bener, malah makin disusul dengan masalah2 yang lebih berat tingkatnya.<br />
Sampai akhirnya hubungannya bener2 jadi saling menghancurkan. Saling menyalahkan, gak ada yang mau mengalah, gak ada yang mau mengerti. Semakin saling menyalahkan, semakin malah membuat saya dan dia masing2 merasa semakin benar dengan pandangan sendiri. Semakin saling membuat masing2 ngerasa gak dihargain dengan caranya masing2. Saya sendiri ampe ngerasa gak berharga banget, tersia2kan, ngerasa saya buruk banget. Walopun banyak orang yang peduli ama saya di luar dia, saya tetep aja berasa nothing, karena saya terlalu tenggelam dengan rasa gak berharga yang si A kasih. Akhirnya, semakin buruk baik buat saya, buat dia, terutama buat hubungan baik yang saya dan dia punya awalnya.<br />
Dulu saya pernah ngomong gini ke si A, &#8220;saya dan kamu kayak kutub utara, klo magnet kan sesama kutub akan saling tolak-menolak&#8221;. Yeah, teori kutub magnet spertinya terbukti.</p>
<p><strong>Dengan si B</strong>, saya berbeda kutub, klo saya utara berarti dia selatan. Karakter yang bener2 beda. Saya yang lebih banyak pake hati, dia yang lebih banyak pake otak. Saya yang tipe manusia &#8216;present&#8217; alias pandangan banyak fokus ke apa yang dihadapi skrg. Dia tipe manusia &#8216;future&#8217; yang pandangannya selalu jauh ke depan tp kadang2 suka lupa ama apa yang harus dilakuin saat ini. Saya dan si B ini selalu beda pendapat. Selalu. Jelas karena perspektif mandangnya berbeda.<br />
Dari awal saya temenan ama dia, cukup makan waktu lama buat mengerti dia. Tapi anehnya walopun saya dan dia selalu beda, saya dan dia gak pernah ribut. Entah gimana formulasinya, tp rasanya kok ngerti aja dengan perbedaan itu, gak dipermasalahin, malah buat saya ngelengkapin akan apa yang saya pikirin. Hebatnya, si B gak pernah nyalahin saya, menghakimi perbuatan saya, marah klo saya salah atopun sekedar mengkritik, tapi dia bisa nyadarin saya klo saya salah. Dia bisa bkin saya malu akan kedangkalan saya, keburukan saya, walo dia gak pernah nyebutin itu. Dia yang membuat saya mikir ulang pake otak, bukan sekedar pake hati.<br />
Dan walopun dia bukan tipe yg keliatan perhatian, tapi dia bisa membuat saya ngerasa berharga banget walopun dalam kondisi di sekitar orang2 yang kurang peduli ama saya. Hubungan yang semakin lama semakin baik, semakin membangun saya ke arah yang lebih baik. Walopun skrg uda jarang bgt ktemu, tp tiap ngobrol lagi terasa bgt kualitasnya.</p>
<p>Dengan si A, entah kenapa yg keluar dari saya adalah semua sifat2 jelek yg mgkn gak pernah saya keluarin di depan orang lain.<br />
Dengan si B, entah kenapa saya bisa ngeluarin smua sifat2 terbaik yg saya punya, bahkan sifat baik yang mgkn sebelumnya saya gak punya.</p>
<p>Dengan si A, saya banyak terlibat kejadian yang jadi pelajaran buat saya.<br />
Sedangkan si B membantu saya menghadapi dan belajar dari kejadian2 yang saya hadapin.</p>
<p>Keduanya turut berperan membentuk saya yang sekarang. Yang syukur2 menjadi lebih baik dari yang dulu.</p>
<p>Ya, gak cuma 2 orang ini aja sih yang ikut membentuk saya jadi seperti sekarang. 2 orang itu cuma salah dua nya aja (kalo salah satu kan merujuk ke 1 orang), cuma peran keduanya cukup signifikan, diliat dari kadar kedekatan juga, walopun perannya beda bgt. Tapi saya tetep gak bisa menilai mana peran yang lebih baik, karena saya ngerasa kedua peran itu emang harus ada, supaya bisa mencapai efek sperti skrg.</p>
<p>Peran. Peran. Ya, smoga saya bisa punya peran dalam hidup orang lain. Dan smoga perannya yang protagonis2 aja ya. Gak siap juga jd tokoh antagonis, hehehe..</p>
<div id="attachment_660" class="wp-caption aligncenter" style="width: 520px"><a href="http://hanyanulis.files.wordpress.com/2010/11/blog-mesty1.jpg"><img class="size-full wp-image-660" title="blog-mesty1" src="http://hanyanulis.files.wordpress.com/2010/11/blog-mesty1.jpg?w=510&#038;h=338" alt="" width="510" height="338" /></a><p class="wp-caption-text">orang yang menjadi inspired dari postingan ini</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hanyanulis.wordpress.com/659/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hanyanulis.wordpress.com/659/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hanyanulis.wordpress.com/659/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hanyanulis.wordpress.com/659/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hanyanulis.wordpress.com/659/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hanyanulis.wordpress.com/659/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hanyanulis.wordpress.com/659/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hanyanulis.wordpress.com/659/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hanyanulis.wordpress.com/659/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hanyanulis.wordpress.com/659/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hanyanulis.wordpress.com/659/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hanyanulis.wordpress.com/659/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hanyanulis.wordpress.com/659/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hanyanulis.wordpress.com/659/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanyanulis.wordpress.com&amp;blog=8724470&amp;post=659&amp;subd=hanyanulis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanyanulis.wordpress.com/2010/11/09/compare-a-dan-b/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dc3f4cc3d401c268451036284572e815?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanyanulis</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hanyanulis.files.wordpress.com/2010/11/blog-mesty1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">blog-mesty1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kenyataan Hidup Orang IT</title>
		<link>http://hanyanulis.wordpress.com/2010/10/30/kenyataan-hidup-orang-it/</link>
		<comments>http://hanyanulis.wordpress.com/2010/10/30/kenyataan-hidup-orang-it/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Oct 2010 15:11:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanyanulis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Apa aja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanyanulis.wordpress.com/?p=654</guid>
		<description><![CDATA[baru saja mendapatkan kutipan menarik dari milis, quote untuk rekan-rekan saya yang ingin konsis di bidang IT 1. Software development itu seperti proses pemanggilan arwah…. karena kita dipaksa menuangkan/mewujudkan pikiran orang lain yang sifatnya gaib menjadi sesuatu yang nyata. masih mending proyek sipil, kita buat jembatan semua orang bisa melihat dan mengoreksi. lha kita? semuanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanyanulis.wordpress.com&amp;blog=8724470&amp;post=654&amp;subd=hanyanulis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } -->baru saja mendapatkan kutipan menarik dari milis, quote untuk rekan-rekan saya yang ingin konsis di bidang IT</p>
<p>1. Software development itu seperti proses pemanggilan arwah….<br />
karena kita dipaksa menuangkan/mewujudkan pikiran orang lain yang<br />
sifatnya gaib menjadi sesuatu yang nyata. masih mending proyek sipil,<br />
kita buat jembatan semua orang bisa melihat dan mengoreksi. lha kita?<br />
semuanya adalah barang gaib. Apa yang nampak terkadang tidak sesuai<br />
dengan kenyataannya.</p>
<p>2. Bisnis software itu seperti orang yang kecanduan togel.<br />
kok bisa?mari kita lihat,mengapa orang kecanduan togel? ingin untung<br />
besar?nanti dulu..kenyataannya mereka lebih banyak ruginya.Kalo<br />
diselidiki yang mereka beli itu sebenarnya adalah “MIMPI” dan<br />
“HARAPAN”. mimpi untung besar dan terus mempunyai harapan untuk<br />
mempunyai kehidupan yang lebih baik. Jadi jangan heran kalo ada proyek<br />
IT yang nilainya kecil tetapi tetap diterima…dengan<br />
harapan..bla..bla……bla…</p>
<p>3. Bisnis software itu seperti main sinetron….<br />
ini yang paling saya sukai. saya bisa menjadi apa yang saya mau.<br />
kadang saya berperan bak seorang akuntan,sales, manager HRD,manager<br />
produksi atau bahkan seorang Direktur. Karena kita dipaksa mengerti<br />
semuanya itu…</p>
<p>4. Bisnis software seperti jualan obat…<br />
Kita harus  bisa berkoar-koar kalo software yang kita buat adalah<br />
yang terhebat dan dapat menyelesaikan semua masalah…</p>
<p>5. Bisnis software seperti bisnis prostitusi<br />
karena mempunyai tujuan yang sama yaitu membuat pelanggan kita<br />
puas.</p>
<p>Pernah merasakan seperti ini ? punya pendapat lain mengenai bagaimana mengatur IT project dengan baik ?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hanyanulis.wordpress.com/654/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hanyanulis.wordpress.com/654/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hanyanulis.wordpress.com/654/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hanyanulis.wordpress.com/654/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hanyanulis.wordpress.com/654/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hanyanulis.wordpress.com/654/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hanyanulis.wordpress.com/654/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hanyanulis.wordpress.com/654/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hanyanulis.wordpress.com/654/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hanyanulis.wordpress.com/654/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hanyanulis.wordpress.com/654/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hanyanulis.wordpress.com/654/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hanyanulis.wordpress.com/654/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hanyanulis.wordpress.com/654/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanyanulis.wordpress.com&amp;blog=8724470&amp;post=654&amp;subd=hanyanulis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanyanulis.wordpress.com/2010/10/30/kenyataan-hidup-orang-it/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dc3f4cc3d401c268451036284572e815?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanyanulis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Time will take all the pain</title>
		<link>http://hanyanulis.wordpress.com/2010/10/22/time-will-take-all-the-pain/</link>
		<comments>http://hanyanulis.wordpress.com/2010/10/22/time-will-take-all-the-pain/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Oct 2010 15:06:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanyanulis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Check it out]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanyanulis.wordpress.com/?p=650</guid>
		<description><![CDATA[“Waktu akan menyembuhkan semua luka”, itulah ungkapan yang cocok untuk menyatakan kondisi yang di alami teman saya. Bukan hanya luka di hatinya yang sembuh, tapi juga luka di fisiknya. Beberapa minggu yang lalu karena kecelakaan kerja secara tak sengaja keempat jari tanggannya terputus terkena mesin press. Ketiga jari di tangan kanan dan satu jari di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanyanulis.wordpress.com&amp;blog=8724470&amp;post=650&amp;subd=hanyanulis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hanyanulis.files.wordpress.com/2010/10/tasbih111.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-651" title="tasbih111" src="http://hanyanulis.files.wordpress.com/2010/10/tasbih111.jpg?w=180&#038;h=270" alt="" width="180" height="270" /></a></p>
<p>“Waktu akan menyembuhkan semua luka”, itulah ungkapan yang cocok untuk menyatakan kondisi yang di alami teman saya. Bukan hanya luka di hatinya yang sembuh, tapi juga luka di fisiknya. Beberapa minggu yang lalu karena kecelakaan kerja secara tak sengaja keempat jari tanggannya terputus terkena mesin press. Ketiga jari di tangan kanan dan satu jari di tangan kiri hancur dan putus karena terkena press cutting. Ia kini telah menjadi orang yang cacat seumur hidup karena hanya mempunyai 6 jari saja yang tersisa di kedua tangganya. Dan saya tahu betapa kecewanya perasaan teman saya itu menjalani garis takdirnya saat ini. Namun ia tak punya pilihan lain selain harus bertahan menjalani nasibnya yang sekarang.<span id="more-650"></span></p>
<blockquote><p>Dibutuhkan kesabaran, ketabahan dan ketulusan untuk bisa menyikapi sesuatu hal diluar kuasa kita. Dibutuhkan kebesaran hati untuk mundur satu langkah sejenak, menenangkan diri, mengingat Tuhan, mensyukuri segala hal yang Dia limpahkan pada kita… dan melangkah dua langkah ke depan untuk menghadapi dan menjalani semuanya sesuai dengan pilihan kita.</p>
<p><em><strong>Karena pada dasarnya Tuhan yang Maha Brilliant menjadikan segala sesuatu karena Dia memiliki alasan dan maksud tersendiri yang tidak bisa dimengerti oleh manusia hanya dalam waktu yang singkat.</strong></em></p></blockquote>
<p>He know,there is something wrong,but i’m not really understand how to handle it…</p>
<p>The most important thing that he get is, he never know what happen with him self. When he thought he was done something seriously until his sure that he would get it easily, it would go worst. When he not too serious, he just let it flow, he get something best…  and..now he don’t have any reason to answer any question about his destiny</p>
<p><strong><em>Terkadang,.. hidup tidak selamanya seindah yang kita bayangkan, ada kalanya kekecewaan melanda, dan membuat kita merasa menjadi orang yang tidak bahagia dan paling malang di dunia.</em></strong></p>
<blockquote><p>Ketika hidup tak selalu berjalan mulus, dan benturan-benturan selalu datang menghadang, kita seringkali merasa down dan putus asa. Itu manusiawi. Hati manusia bukanlah batu yang sulit ditembus. Hati manusia bukanlah besi yang sangat kaku. Bahkan batu saja bisa terkikis oleh air. Dan besi bisa berkarat dimakan waktu. Hati manusia sangatlah peka menghadapi setiap perubahan dalam hidup. Itulah pertanda bahwa kita hidup.</p></blockquote>
<p><strong><em>Syukuri apa yang ada</em></strong></p>
<p><strong><em>Hidup adalah anugerah</em></strong></p>
<p><strong><em>Tetap jalani hidup ini</em></strong></p>
<p><strong><em>Melakukan yang terbaik</em></strong></p>
<p><strong><em>Tuhan pastikan menunjukkan Kebesaran dan KuasaNya</em></strong></p>
<p><strong><em>Bagi Hambanya yang Sabar dan tak kenal putus asa</em></strong></p>
<p><strong><em>Jangan menyerah</em></strong></p>
<p><strong><em>(D’Masiv – Jangan Menyerah)</em></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hanyanulis.wordpress.com/650/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hanyanulis.wordpress.com/650/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hanyanulis.wordpress.com/650/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hanyanulis.wordpress.com/650/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hanyanulis.wordpress.com/650/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hanyanulis.wordpress.com/650/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hanyanulis.wordpress.com/650/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hanyanulis.wordpress.com/650/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hanyanulis.wordpress.com/650/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hanyanulis.wordpress.com/650/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hanyanulis.wordpress.com/650/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hanyanulis.wordpress.com/650/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hanyanulis.wordpress.com/650/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hanyanulis.wordpress.com/650/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanyanulis.wordpress.com&amp;blog=8724470&amp;post=650&amp;subd=hanyanulis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanyanulis.wordpress.com/2010/10/22/time-will-take-all-the-pain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dc3f4cc3d401c268451036284572e815?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanyanulis</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hanyanulis.files.wordpress.com/2010/10/tasbih111.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tasbih111</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Falsafah dan Filosofi Kera Sakti</title>
		<link>http://hanyanulis.wordpress.com/2010/09/29/falsafah-dan-filosofi-kera-sakti/</link>
		<comments>http://hanyanulis.wordpress.com/2010/09/29/falsafah-dan-filosofi-kera-sakti/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Sep 2010 04:48:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanyanulis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Check it out]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanyanulis.wordpress.com/?p=646</guid>
		<description><![CDATA[Dari sedikit sekali tentang saya, mungkin ini termasuk yg berharga yg bisa saya share, setidaknya menurut saya. Karena dengannya saya banyak belajar mengenal diri saya sendiri. Dan saya meyakini, setiap orang hanya akan berubah jika pola pikirnyanya berubah. Apakah itu? Sederhana, ini adalah kisah si kera sakti, sun go kong. Ada suatu filosofi mendalam dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanyanulis.wordpress.com&amp;blog=8724470&amp;post=646&amp;subd=hanyanulis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari sedikit sekali tentang saya, mungkin ini termasuk yg berharga yg bisa saya share, setidaknya menurut saya. Karena dengannya saya banyak belajar mengenal diri saya sendiri. Dan saya meyakini, setiap orang hanya akan berubah jika pola pikirnyanya berubah. Apakah itu? Sederhana, ini adalah kisah si kera sakti, sun go kong. Ada suatu filosofi mendalam dalam cerita ini. Hmmmm..seperti apa nilai filosofis itu….silakan di baca deh</p>
<p><div id="attachment_647" class="wp-caption aligncenter" style="width: 520px"><a href="http://hanyanulis.files.wordpress.com/2010/09/dan-suatu-ketika-kehidupan-kita-pasti-akan-terbenam.jpg"><img class="size-full wp-image-647" title="Dan suatu ketika kehidupan kita pasti akan terbenam" src="http://hanyanulis.files.wordpress.com/2010/09/dan-suatu-ketika-kehidupan-kita-pasti-akan-terbenam.jpg?w=510&#038;h=382" alt="" width="510" height="382" /></a><p class="wp-caption-text">Dan suatu ketika kehidupan kita pasti akan terbenam</p></div><br />
<span id="more-646"></span><br />
Saya tidak tahu itu film buatan dari rumah film mana dan tahun berapa, tapi setting tiongkok kuno sangat lekat. Satu dari banyak versi film tentang legenda dari cina yang terkenal itu.  Menurut saya, itulah perlambang kehidupan jiwa manusia di dunia ini. Wah, kok bisa?</p>
<p>Sering digambarkan, dalam film itu, para petani menanam sawah, sibuk bekerja atau bersama anak-anak, menatap penuh syukur ke atas langit. Lalu di awan tampak dewa duduk-duduk menatap ramah dan tersenyum pada manusia yang bekerja di bumi. Para dewa mengirim hujan agar tanaman subur dan kehidupan makmur. Harmoni yang alami.</p>
<p>Cerita menjadi seru karena ada perjalanan ke barat yang akan dilewati oleh biksu suci yg dikenal dg biksu tong. Kenapa ke barat? Katanya sih itu perlambang dari “kembali”. Sebagaimana matahari terbenam di barat, “kembali” digambarkan sebagai terbenamnya cahaya. Bukankah kita berasal dari tidak ada, dan kembali pada tiada? Seperti terbitnya matahari di timur lalu terbenam di barat?</p>
<p><strong><em>Jadi mau berapapun pergeseran bumi terhadap matahari, filosofinya matahari terbenam di barat adalah “kembali”. Begitukah juga dengan arah menghadap semua peribadatan? Menghadap ke barat adalah cermin menghadapkan diri kepada tempatnya “kembali”?</em></strong></p>
<p><strong><em>Biksu tong konon suci dan bersih hati. Ini adalah lambangnya nurani.</em></strong><em> Sejak pertama dititipkannya pada kehidupan, nurani ini sudah didampingi oleh kuda berwarna putih yang setia yang konon adalah jasad ini. Kuda itu bukan kuda sembarangan. Itu adalah putra naga. Naga dalam budaya tiongkok adalah lambang kehormatan. Maka jasad ini juga sebuah kehormatan yang sekiranya tidak boleh dikotori.</em></p>
<p><em>Lalu didampingi oleh siluman sapi, bernama sha wu jing. Ini lambang bahwa manusia diturunkan ke bumi memang untuk bekerja dan berkarya. Wu jing digambarkan sangat rajin dan bertenaga kuat. Keberadaan manusia adalah energi untuk mengisi kehidupan.</em></p>
<p><em>Lalu didampingi oleh siluman babi, bernama chu pha jie.ini lambang nafsu manusia. Malas, marah, rakus, lupa, sampai sex. Yg ini memang gampang-gampang susah dikendalikan.</em></p>
<p><em>Dan yang utama, nurani itu didampingi oleh sun go kong. Ini perlambang akal manusia. Sun go kong menjadi murid tertua atau kakak dari semua yang mendampingi nurani itu. Dari awal keberadaannya, sun go kong sudah menguncang khayangan.<br />
Kisah dikaruniakannya manusia dengan akal, yg membedakannya dg makhluk tuhan lainnya, memang telah diabadikan dg dialog tersendiri antara Tuhan, malaikat dan iblis. Karena begitu saktinya si “akal” ini.</em></p>
<p>Digambarkan dengan kera, karena pikiran ini suka melompat kesana dan kemari. Memimpin dan terus ingin memimpin. Maka dia juga disebut raja kera. Karena semakin pintar ia akan terdorong tuk semakin memimpin dan memimpin atau jadi raja diraja. Ini kesombongannya pikiran.<br />
Dan bukan dewa kalau tidak memiliki antisipasinya. Biksu tong diberi mantera tuk mengendalikan akal ini. Yang jika dibacakan, sun go kong akan kesakitan di kepalanya.</p>
<p>Sederhananya, itulah manusia dan jeroannya. Lalu perjalanannya ke barat itulah kehidupanya sehari-hari sampai kelak mati, akan menguji kekompakan juga harmonisasi ke empat itu dalam diri manusia.</p>
<p>Selebihnya, itulah yang orang jawa bilang sedulur papat kalima pancer. Atau bahkan katanya itulah pandawa lima itu. Dalam sentuhan dan warna yang berbeda, intinya melukiskan manusia, dan jeroannya, dan romantika perjalanannya.</p>
<p>Mari ambil beberapa contoh episode.</p>
<p>Kenapa sih musuhnya adalah siluman ini itu yang sukanya menyerupai? Konon katanya iblis memang tidak bisa berhadapan dengan nurani secara langsung. Mereka sukanya menipu. Maka berbohong itu disebut sebagai cikal bakal iblis. Semakin suka berbohong semakin kuat iblis bercokol di sana. Aneka bentuk kerusakan sampai bernama pembunuhan, sering diawali oleh kebohongan atau ada kebohongan. Maka kejujuran memurnikan kembali nurani. Selebihnya Tuhan menjaga mana yg akan dibuka mana yg tidak, selama jujur pada diri sendiri. Rasul yg mulia itu juga dijului al amin, sebuah kejujuran yg diakui sekitarnya saat itu.</p>
<p>Tujuan siluman-siluman jahat itu memang untuk memakan daging biksu tong “menghancurkan nurani”. Konon dagingnya yg enak dan suci akan membuat siluman jahat itu abadi. Akan membuat kejahatan bercokol dengan kuatnya di kehidupan.</p>
<p>Wanita, pria, anak, emas, permata, kebendaan adalah godaan untuk chu pha tjie. Keputusasaan, kegagalan, ketiadaan daya adalah godaan untuk sha wu jing. Kesombongan, kehebatan, ilmu adalah godaan sun go kong. Sakit dan letih adalah godaan untuk kuda sang putra naga. Kebaikan, kelemahan hati adalah godaan untuk biksu tong. Keempat hal yang mendampingi biksu tong itu, yg bersama biksu tong menjadi lima yang harus terus di tata dalam perjalanan ke barat itu.</p>
<p>Episode yang paling seru adalah ketika sun go kong ada kembarannya. Semua ikut terkelabui. Ilmu itu selalu ada tandingannya. A itu selalu ada A plus atau A minus. Hanya biksu tong yang bisa membacakan mantera untuk mengetahui siapa yang asli. Dan ketika dibacakan sungo kong yg asli pasti kesakitan. Menurut saya sih, berilmu itu bukan untuk menang. Selama nurani masih bisa menjerit, pikiran itupun akan merasakan sakitnya. Yang suka mentertawakan itu seperti sun go kong palsu. Merasa sudah berilmu dan hebat di atas yang lainnya.<br />
Kemenangan sesungguhnya sering menyakitkan. Di satu sisi lega, lawan kalah tapi di lain sisi, sedih karena nurani bersifat welas asih. Tak pernah ingin menyakiti.</p>
<p>Atau ketika banyak episode ketika biksu tong tak tegaan. Sementara sun gokong marah pada biksu karena terlalu baiknya, lalu biksu tertawan siluman. Atau ada pula episode ketika biksu tong sendirian. Dia tak bisa sendiri di muka bumi. Dia butuh pendampingnya. Maka di sana biksu tong pun tak berdaya. Atau ada pula, episode biksu tong palsu mengelabui sun go kong. Sun go kong konon punya mata menembus auranya siluman. Bagaimana bisa, konon sun gokong itu, kalau dalah bahasa cinanya sun wu kong, dimana wukong itu adalah kekosongan atau suwung itu. <strong><em>Pada saat pikiran bener-bener jernih, nuranipun terbedakan.</em></strong></p>
<p>Selebihnya semua itu berirama, kadang kala sun go kong yang diuji. Atau chu pha tjie yang diuji dst-dstnya.</p>
<p>Dan yang paling menarik ketika sampai ke barat. Digambarkan tangga yang tinggi yang menuju sang boddhisatva. Di sana, hanya biksu tong yang boleh menaikinya. Meninggalkan sun go kong, chu pha tjie, sha wu jing, juga kudanya. Konon itulah saat “kembali” kita. Saat kematian itu. Nurani kembali ke pada pemiliknya. Sebagaimana gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang dan manusia mati meninggalkan nama baik, kita kembali dengan meninggalkan pikiran &amp; perbuatan yg baik. Meningalkan sun go kong, chu pha tjie, sha wu jing, dan kuda sang putra naga yang baik, yg harmoni.</p>
<p>Sekiranya dengan demikian, manusia bisa belajar menata dirinya sendiri. Menata jeroan &amp; perjalanan dalam kehidupannya atau memimpin dirinya sendiri, mewujudkan harmonisasi yg indah dari dalam jiwanya, tentu semu jika di dalam baik, akan terefleksikan dalam kehidupan luar dengan baik pula. Harmonisasi dalam diri akan mendorong harmonisasi di kehidupan.</p>
<p>Konon manusia-manusia yang terpimpin yang akan menjadi pemimpin sejati. Maka tak ada yg layak ditawarkan selain menjadi pemimpin bagi diri sendiri. Yg dengannya akan melahirkan pemimpin dan bukan pengikut. Sesuai kapasitas, sesuai keahlian masing-masing dan akan mudah saling melengkapi. Pemimpian sejati tidak akan pernah berebut. Sebagaimana para nabi bisa bersama tanpa pertengkaran. Harmonisasi itupun terbentuk alami.. Perbedaan bukan penghalang bagi diri yg terpimpin.</p>
<p><strong><em>Kenali dirimu maka kau akan mengenali Tuhanmu.<br />
Dalam romantika hidup ini kita kenali dan harmonisasikan diri kita..<br />
Itulah awal berubah yang semoga lebih menjanjikan. Tidak ada kesaktian yang paling sakti, selain ketika kita berhasil mengenali, memimpin dan harmonisasikan diri kita sendiri.</p>
<p></em></strong></p>
<p><em>Note: tulisan ini hanya sedikit falsafah yang bisa saya pahami maknanya dari kisah kera sakti</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hanyanulis.wordpress.com/646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hanyanulis.wordpress.com/646/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hanyanulis.wordpress.com/646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hanyanulis.wordpress.com/646/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hanyanulis.wordpress.com/646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hanyanulis.wordpress.com/646/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hanyanulis.wordpress.com/646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hanyanulis.wordpress.com/646/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hanyanulis.wordpress.com/646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hanyanulis.wordpress.com/646/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hanyanulis.wordpress.com/646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hanyanulis.wordpress.com/646/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hanyanulis.wordpress.com/646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hanyanulis.wordpress.com/646/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanyanulis.wordpress.com&amp;blog=8724470&amp;post=646&amp;subd=hanyanulis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanyanulis.wordpress.com/2010/09/29/falsafah-dan-filosofi-kera-sakti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dc3f4cc3d401c268451036284572e815?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanyanulis</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hanyanulis.files.wordpress.com/2010/09/dan-suatu-ketika-kehidupan-kita-pasti-akan-terbenam.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Dan suatu ketika kehidupan kita pasti akan terbenam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Migrasi Hati</title>
		<link>http://hanyanulis.wordpress.com/2010/09/17/migrasi-hati/</link>
		<comments>http://hanyanulis.wordpress.com/2010/09/17/migrasi-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Sep 2010 05:54:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanyanulis</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://hanyanulis.wordpress.com/?p=643</guid>
		<description><![CDATA[Ini hanya postingan ringan, terinspirasi dari perjalanan mudik berlebaran beberapa waktu yang lalu&#8230;. pada akhirnya manusia tidak akan pernah benar-benar menetap. manusia selalu mencari tempat baru. dan menemukan dunia baru. bukan manusia tak betah. cuma manusia selalu butuh pembaruan dari mula dari kini dan menuju esok waktu terus bermigrasi dari detik ke detik lain. detik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanyanulis.wordpress.com&amp;blog=8724470&amp;post=643&amp;subd=hanyanulis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini hanya postingan ringan, terinspirasi dari perjalanan mudik berlebaran beberapa waktu yang lalu&#8230;.</p>
<p><div id="attachment_644" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://hanyanulis.files.wordpress.com/2010/09/sdc11227edit.jpg"><img class="size-full wp-image-644" title="sdc11227edit" src="http://hanyanulis.files.wordpress.com/2010/09/sdc11227edit.jpg?w=500&#038;h=375" alt="" width="500" height="375" /></a><p class="wp-caption-text">perjalanan mudik...</p></div><br />
<span id="more-643"></span><br />
<strong>pada akhirnya manusia tidak akan pernah benar-benar menetap.<br />
manusia selalu mencari tempat baru.<br />
dan menemukan dunia baru.<br />
bukan manusia tak betah.<br />
cuma manusia selalu butuh pembaruan<br />
dari mula<br />
dari kini<br />
dan menuju esok<br />
waktu terus bermigrasi dari detik ke detik lain.</strong></p>
<p><strong>detik yang terlewat telah berbunga menjadi legenda diri<br />
yang bisa dirasa dan dikenang<br />
yang bisa menjadi pengalaman tak tergantikan<br />
waktu berjalan tanpa disadari<br />
hidup ini pun telah bermigrasi</strong></p>
<p><em>notes: semoga bukan hanya migrasi fisik aja yang kita jalani setelah bulan ramadhan, dan berlalunyhari raya iddul fitri. tapi tentunya jugadibarengi dengan migrasi spiritual dan migrasi hati ke arah yang lebih baik lagi</em></p>
<p>﻿</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hanyanulis.wordpress.com/643/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hanyanulis.wordpress.com/643/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hanyanulis.wordpress.com/643/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hanyanulis.wordpress.com/643/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hanyanulis.wordpress.com/643/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hanyanulis.wordpress.com/643/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hanyanulis.wordpress.com/643/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hanyanulis.wordpress.com/643/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hanyanulis.wordpress.com/643/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hanyanulis.wordpress.com/643/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hanyanulis.wordpress.com/643/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hanyanulis.wordpress.com/643/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hanyanulis.wordpress.com/643/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hanyanulis.wordpress.com/643/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanyanulis.wordpress.com&amp;blog=8724470&amp;post=643&amp;subd=hanyanulis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanyanulis.wordpress.com/2010/09/17/migrasi-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dc3f4cc3d401c268451036284572e815?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanyanulis</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hanyanulis.files.wordpress.com/2010/09/sdc11227edit.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sdc11227edit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>In The End</title>
		<link>http://hanyanulis.wordpress.com/2010/09/09/in-the-end/</link>
		<comments>http://hanyanulis.wordpress.com/2010/09/09/in-the-end/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Sep 2010 07:30:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanyanulis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Check it out]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanyanulis.wordpress.com/?p=638</guid>
		<description><![CDATA[Kesan dipenghujung ramadhan kali ini ialah, saya mempelajari suatu makna filosofis bahwa ramdhan itu ibarat  embun,suci dan  mensucikan,begitulah ramadhan mengubah manusia dari makhluk biasa menjadi makhluk taqwa Tiap yang salah pasti terampuni,tiap yang mendekat terobati,tiap yang merindu dicintai.inilah bulan yang mengumpulkan keluarga,yang menyambungkan pertalian saudara,bulan yang menghidupkan jiwa. Yang nantinya outputnya adalah keiklasan hati. Ikhlas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanyanulis.wordpress.com&amp;blog=8724470&amp;post=638&amp;subd=hanyanulis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Kesan dipenghujung ramadhan kali ini ialah, saya mempelajari suatu makna filosofis bahwa ramdhan itu ibarat  embun,suci dan  mensucikan,begitulah ramadhan mengubah manusia dari makhluk biasa menjadi makhluk taqwa</strong></em></p>
<p><em><strong> </strong></em></p>
<p><em><strong> </strong></em></p>
<p><em><strong> </strong></em></p>
<p><em><strong> </strong></em></p>
<p><em><strong></p>
<div id="attachment_639" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://hanyanulis.files.wordpress.com/2010/09/sujud.jpg"><img class="size-full wp-image-639" title="sujud" src="http://hanyanulis.files.wordpress.com/2010/09/sujud.jpg?w=500&#038;h=332" alt="" width="500" height="332" /></a><p class="wp-caption-text">In The End</p></div>
<p></strong></em></p>
<p><em><strong> </strong></em></p>
<p>Tiap yang salah pasti terampuni,tiap yang mendekat terobati,tiap yang merindu <span id="more-638"></span>dicintai.inilah bulan yang mengumpulkan keluarga,yang menyambungkan pertalian saudara,bulan yang menghidupkan jiwa. Yang nantinya outputnya adalah keiklasan hati. Ikhlas sebagai wujud kepasrahan total. Karena itu wujud dari keikhlasan adalah kebahagiaan. Dan kebahagiaan yang paling besar adalah yang di rasakan oleh orang yang merasa bahagia saat melewati kemenangan setelah ramadhan.</p>
<p>Hanya doa special dibawah ini yang sanggup saya ucapkan di dalam hati saya :</p>
<p><em>Ya ALLAH, berikan taqwa kepada jiwa-jiwa kami dan sucikan kembali.<br />
Engkaulah sebaik-baik yang mensucikannya.<br />
Engkau pencipta dan pelindungnya.</em></p>
<p><em>Ya ALLAH, perbaiki hubungan antar kami. Rukunkan antar hati kami.<br />
Tunjuki kami jalan keselamatan.<br />
Selamatkan kami dari kegelapan kepada terang.<br />
Jadikan kumpulan kami jama’ah orang muda yang menghormati orang tua.<br />
Dan jama’ah orang tua yang menyayangi orang muda.<br />
Jangan Engkau tanamkan di hati kami<br />
kesombongan dan kekasaran terhadap sesama hamba beriman.<br />
Bersihkan hati kami dari benih-benih perpecahan,<br />
pengkhianatan dan kedengkian</em></p>
<p><em>Ya ALLAH, wahai yang memudahkan segala yang sukar.<br />
Wahai yang menyambung segala yang patah.<br />
Wahai yang menemani semua yang tersendiri.<br />
Wahai pengaman segala yang takut.<br />
Wahai penguat segala yang lemah.<br />
Mudah bagimu memudahkan segala yang susah.<br />
Wahai yang tiada memerlukan penjelasan dan penafsiran.<br />
Hajat kami kepada-Mu amatlah banyak.<br />
Engkau Maha Tahu dan melihatnya.</em></p>
<p><em>Ya ALLAH, kami takut kepada-Mu.<br />
Selamatkan kami dari semua yang tak takut kepada-Mu.<br />
Jaga kami dengan Mata-Mu yang tiada tidur.<br />
Lindungi kami dengan perlindungan-Mu yang tak tertembus.<br />
Kasihi kami dengan kudrat kuasa-Mu atas kami.<br />
Jangan binasakan kami, karena Engkaulah harapan kami,<br />
Musuh-musuh kami dan semua yang ingin mencelakai kami<br />
Tak akan sampai kepada kami, langsung atau dengan perantara.<br />
Tiada kemampuan pada mereka untuk menyampaikan bencana pada kami.<br />
“ALLAH sebaik baik pemelihara dan Ia paling kasih dari segala kasih”</em></p>
<p><em>Ya ALLAH, kami hamba-hamba-Mu, anak-anak hamba-Mu.<br />
Ubun-ubun kami dalam genggaman Tangan-Mu.<br />
Berlaku pasti atas kami hukum-Mu. Adil pasti atas kami keputusan-Mu.<br />
Ya ALLAH, kami memohon kepada-Mu. Dengan semua nama yang jadi milik-Mu.<br />
Yang dengan nama itu Engkau namai diri-Mu.<br />
Atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu.<br />
Atau Engkau ajarkan kepada seorang hamba-Mu.<br />
Atau Engkau simpan dalam rahasia Maha Tahu-Mu akan segala ghaib.</em></p>
<p><em>Kami memohon-Mu agar Engkau menjadikan Al Qur’an yang agung<br />
sebagai musim bunga hati kami.<br />
Cahaya hati kami.<br />
Pelipur sedih dan duka kami.<br />
Pencerah mata kami.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em></p>
<div id="attachment_640" class="wp-caption aligncenter" style="width: 190px"><a href="http://hanyanulis.files.wordpress.com/2010/09/tasbih111.jpg"><img class="size-full wp-image-640" title="tasbih111" src="http://hanyanulis.files.wordpress.com/2010/09/tasbih111.jpg?w=180&#038;h=270" alt="" width="180" height="270" /></a><p class="wp-caption-text">in the end</p></div>
<p></em></p>
<p>And the Ramadhan is over tonite. It is a sad departure, not only for me but for most moslem in the world who celebrate that holy and great month of Islam.</p>
<p>Tomorrow is Eid Fitr, where we are gratefu for completed a whole month fasting. Shortly afteward, life is back to business as usual. This is exactly why I&#8217;m so sad that Ramadhan leaves us.</p>
<p>In the upcoming days, work will commence again, and we do exactly the same thing again over the years, sometimes life is so dull and bored.</p>
<p>This is the reason why we all taught to achieve improvement every single day, to avoid the same mistake but most importantly, to avoid life become only a pathetic matter of repetitive acts.</p>
<p>Accordingly God, bless me with your wisdom and courage, enabling me to reach this particular destination in life, where the journey thereof will restart again, but with a bigger new ship and lovely crew, cruising new uncharted ocean.</p>
<p>Hope I will meet another Ramadhan next year and had some significant progress. Amin.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hanyanulis.wordpress.com/638/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hanyanulis.wordpress.com/638/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hanyanulis.wordpress.com/638/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hanyanulis.wordpress.com/638/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hanyanulis.wordpress.com/638/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hanyanulis.wordpress.com/638/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hanyanulis.wordpress.com/638/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hanyanulis.wordpress.com/638/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hanyanulis.wordpress.com/638/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hanyanulis.wordpress.com/638/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hanyanulis.wordpress.com/638/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hanyanulis.wordpress.com/638/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hanyanulis.wordpress.com/638/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hanyanulis.wordpress.com/638/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanyanulis.wordpress.com&amp;blog=8724470&amp;post=638&amp;subd=hanyanulis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanyanulis.wordpress.com/2010/09/09/in-the-end/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dc3f4cc3d401c268451036284572e815?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanyanulis</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hanyanulis.files.wordpress.com/2010/09/sujud.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sujud</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hanyanulis.files.wordpress.com/2010/09/tasbih111.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tasbih111</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Universitas Kehidupan</title>
		<link>http://hanyanulis.wordpress.com/2010/08/27/universitas-kehidupan/</link>
		<comments>http://hanyanulis.wordpress.com/2010/08/27/universitas-kehidupan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Aug 2010 07:34:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hanyanulis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berfikir doank]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanyanulis.wordpress.com/?p=634</guid>
		<description><![CDATA[Saya masih inget masa-masa kuliah dulu. Dimana banyak teman dan rekan-rekan saya sesama mahasiswa ikut demo soal pendidikan murah. Pendidikan gratis malah. Tidak ada yang salah dengan aktifitas itu. Hanya, saat ini saya cuma bisa tersenyum simpul. Ya, karena ketika menjalani proses belajar tesebut, saya menemukan kesimpulan yang berbeda. Ya. Kesimpulan saya saat ini berbeda. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanyanulis.wordpress.com&amp;blog=8724470&amp;post=634&amp;subd=hanyanulis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } -->Saya masih inget masa-masa kuliah dulu. Dimana banyak teman dan rekan-rekan saya sesama mahasiswa ikut demo soal pendidikan murah. Pendidikan gratis malah. Tidak ada yang salah dengan aktifitas itu. Hanya, saat ini saya cuma bisa tersenyum simpul. Ya, karena ketika menjalani proses belajar tesebut, saya menemukan kesimpulan yang berbeda.</p>
<div id="attachment_636" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://hanyanulis.files.wordpress.com/2010/08/4468593601_b98e17a90a1.jpg"><img class="size-full wp-image-636" title="4468593601_b98e17a90a" src="http://hanyanulis.files.wordpress.com/2010/08/4468593601_b98e17a90a1.jpg?w=500&#038;h=368" alt="" width="500" height="368" /></a><p class="wp-caption-text">Universitas Kehidupan</p></div>
<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --><span id="more-634"></span>Ya. Kesimpulan saya saat ini berbeda. Pendidikan itu mahal. Sangat mahal. Dan saya membayarnya dalam sebuah institusi pendidikan yang maha dahsyat, tiada satupun institusi yang bisa menyaingi metode pembelajarannya. “sekolah” tersebut bernama alam semesta. Saat ini saya cuma bisa bersyukur, betapa murahnya biaya kuliah saya dulu, meski hasil yang saya peroleh dari kampus memang ngga ada apa-apanya dibanding “sekolah semesta”.</p>
<p>Dari lama saya menganut konsep ini, alam takambang jadi guru, sebuah pepatah dari kampung halaman yang jadi salah satu pepatah favorit saya. Pepatah yang sering saya pakai ketika saya ingin menjelaskan kepada orang lain tentang saktinya internet. Sebagai alat, internet adalah alat yang cukup dahsyat dimata saya. Disana saya bisa belajar dari mana saja, dari siapa saja, dan kapan saja. Internet bisa membuka cakrawala dan membuka kesempatan siapa saja untuk berpengetahuan. Sehingga tidak jarang dalam guyonan sehari-hari, saya dan teman-teman sering bilang kl ditanya “lulusan mana?” Dan akan dijawab “lulusan universitas google”</p>
<p>Tapi saya saat ini memahami ada universitas yang lebih sakti dari google. Ya, melalui internet saya bisa belajar banyak hal. Ber milyar-milyar informasi terdapat didalamnya. Internet seolah sebuah lautan informasi tanpa batas. Samudera pengetahuan. Namun tidak semua ilmu dan pengetahuan yang tersedia di ranah ini. Ilmu itu saya bahasakan sebagai “makna”.</p>
<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<blockquote><p><strong><em>Ya, ada universitas yang lebih sakti dari itu semua. Sekolah itu bernama alam semesta. Disekolah ini saya belajar akan makna. Alam semesta bukan saja menyediakan lautan informasi, tapi juga makna, hidayah, kematangan, kedewasaan. </em></strong></p>
<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p></blockquote>
<p>Alam bukan sekedar mengajarkan tentang resistor, dioda, pcb dll. Tapi mengajarkan saya bagaimana agar komponen2 elektronik itu menjadi perangkat elektronik yang berfungsi dan berguna. Alam tidak saja mengajarkan saya tentang batu bata, semen, kusen, dll. Tapi mengajarkan saya bagaimana membuat rumah yang indah, asri dan nyaman. Alam mengajarkan saya dengan cara yang sangat luar biasa. Alam tidak hanya mengajarkan saya tentang definisi, teori, dll. Tapi alam mengajarkan saya, sehingga saya merasakan sakitnya kena solder, nyerinya terkena paku, efeknya jika salah membuat pondasi, salah memasang transistor, dsb. Tentu saja alam juga mengajari saya tentang nikmatnya ketika komponen yang saya satukan menjadi tape recorder yang enak untuk di dengar, ketika tumpukan bata yang saya susun pada pondasi rumah menjadi rumah nan asri, rindang, nyaman, tenang dan menyejukkan.</p>
<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>Alam juga tidak hanya menyentuh area fikiran saya. Alam juga menyentuh area rasa, membelajarkan seluruh tubuh luar dan dalam secara utuh. Dan yang paling penting, alam juga mengajarkan saya, bahwa diluar sana ada sesuatu yang kekuatannya diatas segalanya, dan ada saatnya dimana saya sadar, bahwa hidup, dunia, alam semesta, tidak berputar dengan saya sebagai pusatnya.</em></strong></p>
<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } -->Dalam satir, saya sampai sampai pada sebuah kesimpulan. Ketika dulu manusia menganggap bumi adalah pusat alam semesta (atau mungkin bentuk ungkapan heroisme manusia?), dan seluruh semesta ini berputar mengelilingi bumi, lalu teori ini dibantah dengan lahirnya teori heliosentris-nya nicolaus copernicus yang diperkuat oleh galileo, kepler, newton, bahwa planet-planet yang ada berputar mengelilingi matahari, maka saya punya teori baru. Tidak. Bukan bumi pusatnya alam semesta. Juga bukan kuasa matahari yang menyebabkan planet-planet berputar mengelilinginya. Tapi semua bekerja, atas izin-Nya.</p>
<p>Sering saya mendengar cerita tentang adanya kekuatan yang maha dahsyat itu. Namun alam telah menyempurnakan pemahaman saya. Dan untuk mendapatkan pemahaman itu, ternyata menghabiskan waktu yang tidak sebentar, energi yang tidak kecil, dan investasi yang sangat besar.</p>
<p>Ya, saya mungkin termasuk kategori “mokong”. Tidak sedikit “guru” yang telah mengajari saya. Tidak sedikit teman yang mengomentari hidup saya. Namun kekerasan kepala saya akhirnya membentur sesuatu. Setelah menghabiskan waktu, energi, investasi dll yang luar biasa. Sungguh sebuah proses pembelajaran yang sangat mahal.</p>
<p>Apakah saya orang yang beruntung? Atau justru malah orang yang bodoh? Entah lah. Mengutip pendapat seorang teman, saat ini saya cuma ingin berpendapat, “ngga penting lagi”. Tapi saya akan menjadi benar-benar dan sangat bodoh, jika kebodohan, kesalahan, ke-grasa-grusu-an, dan lain sebagainya tidak menghasilkan makna apapun dalam hidup saya. Semoga saya tidak perlu jadi seperti thomas alfa edison yang harus melalui 9999 kegagalan untuk menghasilkan 1 keberhasilan. (inget cerita tentang thomas alfa edison yang kira2 sebagai berikut : ketika dia ditanya “apa keberhasilan terbesarmu dalam hidup”, dan dia menjawab “melakukan 9999 kegagalan, karena peristiwa itulah yang menyebabkan saya bisa menghasilkan bola lampu”).</p>
<p>Beberapa waktu yang lalu kepada seorang rekan hampir menyentuh titik keputus asaannya, saya sempat berkomentar :</p>
<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<blockquote><p><em><strong>“Hanya 2 kelompok manusia yang pantas yang layak untuk putus asa, yaitu seorang pengecut dan orang yang tidak mengenal Tuhan.”</strong></em></p>
<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p></blockquote>
<p>Saat ini, mengingat peristiwa tersebut, saya hanya tersenyum kecut. Benar kata orang, satu tangan menunjuk kepada orang lain, 4 jari menuju diri sendiri. Karena saya fikir, ketika saya menyampaikan pesan itu untuk membangunkannya, pesan itu sebenarnya untuk saya sendiri.</p>
<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<blockquote>
<p style="text-align:center;"><strong>Dan berbahagialah mereka yang tengah di uji. Karena saat itu alam tengah mengajarinya ilmu-Nya dengan suka rela….</strong></p>
</blockquote>
<blockquote></blockquote>
<blockquote>
<blockquote>
<blockquote>
<blockquote></blockquote>
</blockquote>
</blockquote>
<blockquote></blockquote>
<blockquote>
<blockquote>
<blockquote>
<blockquote>
<blockquote></blockquote>
</blockquote>
</blockquote>
</blockquote>
</blockquote>
</blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hanyanulis.wordpress.com/634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hanyanulis.wordpress.com/634/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hanyanulis.wordpress.com/634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hanyanulis.wordpress.com/634/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hanyanulis.wordpress.com/634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hanyanulis.wordpress.com/634/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hanyanulis.wordpress.com/634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hanyanulis.wordpress.com/634/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hanyanulis.wordpress.com/634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hanyanulis.wordpress.com/634/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hanyanulis.wordpress.com/634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hanyanulis.wordpress.com/634/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hanyanulis.wordpress.com/634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hanyanulis.wordpress.com/634/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hanyanulis.wordpress.com&amp;blog=8724470&amp;post=634&amp;subd=hanyanulis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanyanulis.wordpress.com/2010/08/27/universitas-kehidupan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dc3f4cc3d401c268451036284572e815?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hanyanulis</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hanyanulis.files.wordpress.com/2010/08/4468593601_b98e17a90a1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">4468593601_b98e17a90a</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
