Saya baru saja berdiskusi dengan seorang teman. Teman saya ini meyakini bahwa sikap hidup positif itu adalah segalanya dalam kehidupan ini. Bahwa bagaimana kita melihat gelas setengah penuh bukan setengah kosong adalah lebih penting daripada kenyataan sebenarnya bahwa gelas itu setengah penuh atau setengah kosong.

Dalam perjalanan kehidupan kita diwarnai banyak perasaan yang berselang-seling antara rasa bahagia, sedih, marah, ‘mood’ yang jelek, ‘sumpek’, bingung, ‘judek’ – kata orang pikiran penat karena tekanan pekerjaan serta rasa-rasa lain. Sesuatu yang kadang membuat kita menjadi semangat melakukan sesuatu, berjalan kencang. Namun kadang harus berhenti karena malas atau putus asa untuk melakukannya.

Saya setuju sekali bahwa sikap positif itu penting. Dan sikap positif itu akan membuat kita menjadi kuat. Tapi yang lebih penting sebetulnya adalah perubahan positif. Saya kira perubahan positif lebih penting daripada sikap positif. Karena kalau kita tidak berubah hanya mempunyai sikap yang positif maka dalam kehidupan kita juga tidak akan pernah terjadi perubahan yang signifikan. (lagi…)



Suatu ketika dosen saya  pernah bercerita ringan untuk momotivasi, katanya ada seseorang yang datang kepada dalai lama dan menanyakan, “pak dalai lama apakah yang menjadi rahasia dari kebahagiaan itu ?” maka jawabannya menjadi sangat singkat. Dalai lama bilang, “makanlah dengan nikmat, tidurlah dengan nyenyak.”

menurut saya begitu sederhananya kata-kata ini – ‘makanlah dengan enak, tidurlah dengan nyenyak’ – namun ternyata tidak sesederhana perwujudannya. Apakah demikian sulit sehingga yang sederhana ini tidak bisa diwujudkan ? Apakah kita – khususnya yang hidup di kota – begitu ‘complicated’ ? Begitu susahkah hidup ini ? Begitu penuh perjuangan-kah ? Atau begitu banyak persaingan ? Sehingga susah untuk dapat menikmati hal yang serderhana ini – makan yang enak dan tidur yang nyenyak ?

Namun di sisi lain kalo saya lebih menyadarinya lagi bahwa kebaikan diri kita adalah kunci menjaga diri dengan kedamaian kita sendiri. Bagaimana kita belajar melepaskan harapan kita akan balasan dari orang lain ketika kita melakukan kebaikan-kebaikan untuk orang lain atau ketika kita menolong orang lain. Kata dalai lama, “kamu berbuat baik lalu buanglah ke dalam sumur.” maksudnya setelah kita berbuat baik, lupakan kebaikan itu. Dan jangan mengharapkan balasan.

Hati kita harus bisa menjadi “kaya” dengan tidak terlalu mengharap. Karena keikhlasan kita pada kehidupan ini yang akan membuat kita lebih dekat pada keheningan dan kebahagiaan yang benar-benar dapat kita rasakan pada kehidupan ini.

Tentunya saya yakin setiap orang selalu punya ambisi, selalu punya kemauan, selalu punya perasaan yang keras tentang penyesalan, tentang kemarahan, tentang kekecawaan. Hal tersebut wajar. Rasakanlah kemarahan itu, rasakan kekecewaan itu. Tapi ada juga waktu untuk belajar melepaskan sesuatu. Melepaskan semua perasaan yang terlalu membelenggu kita dengan belajar menikmati kehidupan dengan hanya berbuat kebaikan.

Tidurlah yang nyenyak, makanlah yang nikmat. Dan nikmatilah hari demi hari penuh dengan kedamaian kita sendiri. (lagi…)

Hari selasa lalu saya bertemu seorang teman Setelah berkali-kali janjian dan selalu batal, akhirnya kami bertemu juga akhirnya. Teman saya ini adalah seorang pebisnis enterpreneur sukses, setidaknya dimata saya. Selain menjaga silaturrahmi, saya memang membawa misi bertemu dengannya. Untuk berguru. Saya secara khusus ingin menggali ilmu darinya. (lagi…)

Saya selalu yakin dan percaya bahwa setiap orang diciptakan dengan karakter berbeda2, tentunya dengan tujuan untuk saling melengkapi, sesuai dengan perannya. Tapi yg ingin saya ceritakan adalah bahwa peran2 itu gak selamanya saling melengkapi, tapi juga bisa saling menghancurkan.

Saya dulu punya temen deket, sebut aja si A dan si B. (lagi…)

baru saja mendapatkan kutipan menarik dari milis, quote untuk rekan-rekan saya yang ingin konsis di bidang IT

1. Software development itu seperti proses pemanggilan arwah….
karena kita dipaksa menuangkan/mewujudkan pikiran orang lain yang
sifatnya gaib menjadi sesuatu yang nyata. masih mending proyek sipil,
kita buat jembatan semua orang bisa melihat dan mengoreksi. lha kita?
semuanya adalah barang gaib. Apa yang nampak terkadang tidak sesuai
dengan kenyataannya.

2. Bisnis software itu seperti orang yang kecanduan togel.
kok bisa?mari kita lihat,mengapa orang kecanduan togel? ingin untung
besar?nanti dulu..kenyataannya mereka lebih banyak ruginya.Kalo
diselidiki yang mereka beli itu sebenarnya adalah “MIMPI” dan
“HARAPAN”. mimpi untung besar dan terus mempunyai harapan untuk
mempunyai kehidupan yang lebih baik. Jadi jangan heran kalo ada proyek
IT yang nilainya kecil tetapi tetap diterima…dengan
harapan..bla..bla……bla…

3. Bisnis software itu seperti main sinetron….
ini yang paling saya sukai. saya bisa menjadi apa yang saya mau.
kadang saya berperan bak seorang akuntan,sales, manager HRD,manager
produksi atau bahkan seorang Direktur. Karena kita dipaksa mengerti
semuanya itu…

4. Bisnis software seperti jualan obat…
Kita harus  bisa berkoar-koar kalo software yang kita buat adalah
yang terhebat dan dapat menyelesaikan semua masalah…

5. Bisnis software seperti bisnis prostitusi
karena mempunyai tujuan yang sama yaitu membuat pelanggan kita
puas.

Pernah merasakan seperti ini ? punya pendapat lain mengenai bagaimana mengatur IT project dengan baik ?

 

 

“Waktu akan menyembuhkan semua luka”, itulah ungkapan yang cocok untuk menyatakan kondisi yang di alami teman saya. Bukan hanya luka di hatinya yang sembuh, tapi juga luka di fisiknya. Beberapa minggu yang lalu karena kecelakaan kerja secara tak sengaja keempat jari tanggannya terputus terkena mesin press. Ketiga jari di tangan kanan dan satu jari di tangan kiri hancur dan putus karena terkena press cutting. Ia kini telah menjadi orang yang cacat seumur hidup karena hanya mempunyai 6 jari saja yang tersisa di kedua tangganya. Dan saya tahu betapa kecewanya perasaan teman saya itu menjalani garis takdirnya saat ini. Namun ia tak punya pilihan lain selain harus bertahan menjalani nasibnya yang sekarang. (lagi…)

Dari sedikit sekali tentang saya, mungkin ini termasuk yg berharga yg bisa saya share, setidaknya menurut saya. Karena dengannya saya banyak belajar mengenal diri saya sendiri. Dan saya meyakini, setiap orang hanya akan berubah jika pola pikirnyanya berubah. Apakah itu? Sederhana, ini adalah kisah si kera sakti, sun go kong. Ada suatu filosofi mendalam dalam cerita ini. Hmmmm..seperti apa nilai filosofis itu….silakan di baca deh

Dan suatu ketika kehidupan kita pasti akan terbenam


(lagi…)

Ini hanya postingan ringan, terinspirasi dari perjalanan mudik berlebaran beberapa waktu yang lalu….

perjalanan mudik...


(lagi…)

Kesan dipenghujung ramadhan kali ini ialah, saya mempelajari suatu makna filosofis bahwa ramdhan itu ibarat  embun,suci dan  mensucikan,begitulah ramadhan mengubah manusia dari makhluk biasa menjadi makhluk taqwa

In The End

Tiap yang salah pasti terampuni,tiap yang mendekat terobati,tiap yang merindu (lagi…)

Saya masih inget masa-masa kuliah dulu. Dimana banyak teman dan rekan-rekan saya sesama mahasiswa ikut demo soal pendidikan murah. Pendidikan gratis malah. Tidak ada yang salah dengan aktifitas itu. Hanya, saat ini saya cuma bisa tersenyum simpul. Ya, karena ketika menjalani proses belajar tesebut, saya menemukan kesimpulan yang berbeda.

Universitas Kehidupan

(lagi…)

Halaman Berikutnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.